253 Anak Positif COVID-19, Wali Kota Malang Tetap Gelar Belajar Tatap Muka?

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 18:00 WIB
Pemkot Malang Tetap Jalankan Belajar Tatap Muka
Wali Kota Malang siapkan belajar tatap muka (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Pemkot Malang tetap menjalankan belajar tatap muka. Metode belajar tatap muka nantinya akan dikaji tanpa banyak di ruang belajar.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku mempunyai alasan untuk tetap menjalankan belajar tatap muka. Sebab, dinilai membawa dampak positif bagi pelajar. Contohnya, mengurangi kejenuhan pelajar dengan bisa berinteraksi dengan guru dan pelajar lain.

"Belajar tatap muka, banyak membawa dampak positif bagi siswa, pertama menghilangkan kejenuhan, anak-anak bisa berterinteraksi dengan guru dan teman-temannya," kata Sutiaji kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Sutiaji berkeyakinan bahwa belajar tatap muka juga bisa meningkatkan disiplin para pelajar. Khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu pernah didengar oleh Sutiaji secara langsung, banyak pelajar justru menegur orang tuanya ketika tidak taat protokol kesehatan.

"Saya pernah tanya langsung dan mendengar. Anak-anak justru marah dan menegur orang tuanya saat tidak memakai masker. Tidak mau bersalaman, sebelum mereka mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer," ujar Sutiaji.

Selain itu, lanjut Sutiaji, banyak persoalan di tengah belajar daring yang harus diurai. Misalnya, problematika keluarga yang tidak seharusnya diketahui atau dilihat langsung oleh anak-anak.

"Selama pandemi banyak persoalan di keluarga. Data kami, KDRT cukup tinggi, belum lagi benturan ekonomi yang persoalan itu tidak boleh dilihat langsung oleh anak-anak," beber Sutiaji.

Baca juga: 253 Anak Positif COVID-19 di Kota Malang, Terbanyak Usia 0-5 Tahun

Meski begitu Sutiaji mengungkapkan akan mengkaji kembali proses belajar tatap muka yang sudah berjalan sejak April 2021 lalu.

"Ke depan belajar tatap muka akan kita kaji untuk lebih baik. Misalnya, tidak harus menggunakan ruang kelas, bisa saja pertemuan lebih banyak diluar kelas," tuturnya.

Disinggung soal lonjakan kasus COVID-19 dan ratusan anak terpapar sejak pandemi? Sutiaji menegaskan, selama proses belajar tatap muka diterapkan, belum ditemukan adanya kasus COVID-19 di sekolah.

"Kita lihat dari sudut pandang mana, selama ini belum ada laporan terjadi kasus di sekolah. Bisa jadi, anak-anak itu tertular karena mengikuti aktifitas orang tuanya. Data yang ada mencatat sejak pandemi yakni mulai 2019, sebelum belajar tatap muka diberlakukan," jawab Sutiaji.

"Selama ini, kita juga belum pernah menerima keluhan dari pendidik maupun wali murid soal diterapkan belajar tatap muka. Maka dari itu, akan kita lanjutkan," sambung Sutiaji.

Sebelumnya, Pemkot Malang menerapkan sekolah tatap muka perdana untuk tingkat SD dan SMP sejak 19 April 2021. Padahal sekitar 253 anak di Kota Malang terpapar virus COVID-19 sejak pandemi Maret 2020. Mereka yang positif COVID-19 terbagi dua kategori umur, pertama balita dan usia 6 sampai 10 tahun.

Lihat Video: Kemenkes: Ada Kecenderungan Varian Delta Menular ke Anak-anak

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)