Kasus COVID-19 Melonjak, BPCB Jatim Tutup Semua Wisata yang Dikelola

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 11:57 WIB
Candi Penataran merupakan destinasi wisata sejarah ikonik Blitar. Tingkat kunjungan wisata di Kecamatan Nglegok ini menurun drastis sejak pandemi. Sejak awal 2020 setiap akhir pekan ada sekitar 600 pengunjung. Angka ini turun sampai 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam kondisi normal.
Candi Penataran/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

BPCB Jatim menutup semua wisata yang di bawah pengelolaannya. Penutupan akan dilakukan sampai 2 Juli mendatang untuk mencegah penularan COVID-19.

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin mengatakan, penutupan dilakukan menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran (SE) Sekjen Kemendikbud, Riset dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2021. SE tersebut terkait Kebijakan Bekerja Dari Rumah (BDR) di lingkungan Kementerian Pendidikan. SE bernomor 4924/F.F1/TI.00.04/2021 juga menginstruksikan penutupan cagar budaya, museum dan galeri.

"Sejak SE itu kami terima, langsung saya instruksikan kepada semua juru pelihara (jupel) se-Jatim untuk menutup destinasi wisata di bawah pengelolaan BPCB Jatim," kata Zakaria saat dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Varian India Ditemukan di Jatim, Dinas Pariwisata Minta Tak Kendor Taati Prokes

Zakaria mengaku menerima SE tersebut pada Selasa (22/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Sehingga saat itu, melalui grup aplikasi percakapan, pihaknya menyampaikan instruksi menutup semua lokasi wisata yang dikelola BPCB Jatim, mulai hari itu juga.

"Mendadak, ya memang mendadak. Di situasi pandemi semua bisa terjadi mendadak. Karena kami terima instruksi siang. Langsung kami share di grup jupel. Dan hari itu juga tutup sampai 2 Juli mendatang," imbuhnya.

Jupel Museum Penataran, Sri Suyanti mengaku, begitu instruksi penutupan di-share, dia menutup museum yang berada di kawasan Candi Penataran tersebut pukul 12.30 WIB. Karena masih ada beberapa pengunjung museum yang berada di dalam gedung.

"Kami tegas menolak kedatangan tamu walaupun itu rombongan. Ada rombongan beberapa bus dari Sidoarjo saat itu, tapi karena dasar perintahnya sudah jelas ya kami sampaikan walaupun mereka komplain," ujarnya.

Baca juga: Menko PMK Minta Penyekatan Suramadu Tetap Ada, Wisata di Zona Merah Tutup

Hal serupa juga dilakukan Agus Setiyono selaku Jupel Candi Penataran. Penutupan kawasan situs sejarah itu membuat beberapa pengunjung langsung balik kanan.

"Banyak yang tanya kenapa ditutup, ya saya jawab ada instruksi dari kementerian untuk ditutup. Mungkin untuk mengurangi atau menanggulangi kenaikan kasus COVID-19 ini," tuturnya.

Candi Penataran merupakan destinasi wisata sejarah ikonik Blitar yang dikelola BPCB Jatim. Tingkat kunjungan wisata di Kecamatan Nglegok ini menurun drastis sejak pandemi. Sejak awal 2020 setiap akhir pekan ada sekitar 600 pengunjung. Angka ini turun sampai 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam kondisi normal.

Simak video 'Instruksi Jokowi ke Gubernur: Pertajam PPKM Mikro, Optimalkan Posko':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)