Klaster Hajatan di Banyuwangi, 10 Nakes Ikut Tertular dan Positif COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 13:15 WIB
Klaster hajatan di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi membuat nakes setempat ikut terpapar. Itu setelah ada salah satu dokter terpapar COVID-19. Tercatat 8 orang juga menyusul positif COVID-19
Swab antigen warga Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Klaster hajatan di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi membuat nakes setempat ikut terpapar. Itu setelah ada salah satu dokter terpapar COVID-19. Tercatat 8 orang juga menyusul positif COVID-19.

Tak hanya itu, seorang nakes di Kecamatan Licin terpaksa dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk perawatan intensif. Hingga kini, ada 10 nakes positif COVID-19. Para nakes sebenarnya sudah mendapat vaksinasi tahap pertama dan kedua.

8 Orang tambahan nakes yang terpapar COVID-19 berasal dari Puskesmas Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo. Selanjutnya, seorang perawat dari Puskesmas Licin.

"Bulan Juni ini ada 10 nakes yang tertular COVID-19. 9 Dari Tegaldlimo satu di Licin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Untuk kondisi 9 nakes, Rio mengatakan melakukan isolasi mandiri. Sedangkan satu orang nakes asal Puskesmas Licin harus menjalani perawatan karena mengalami gejala.

"Yang positif tetap melakukan isolasi. Yang sedang atau berat isolasi di RS, sedangkan yang OTG atau ringan isolasi mandiri. Untuk Puskesmas tetap pelayanan berjalan seperti biasa karena sudah didesinfeksi,"kata Rio.

Ke 10 nakes tersebut, kata pria yang akrab disapa Rio ini, seluruhnya sudah memperoleh vaksinasi. Baik dosis pertama maupun dosis kedua dari Dinas Kesehatan Banyuwangi. Namun, kembali lagi menurutnya pencegahan penularan virus corona harus dilakukan dengan dua cara. Yang pertama adalah penerapan protokol kesehatan. Baru kemudian vaksinasi.

"Jadi harus dijalankan dua-duanya. Tidak bisa satu-satu. Prokes dan vaksin. 9 Orang nakes yang tertular semuanya dari Kecamatan Tegaldlimo," terang Alumni Unair itu.

Sementara Kepala Ruangan Isolasi RSUD Blambangan, Inti Bawono menambahkan nakes asal Puskesmas Licin tiba di tempatnya, Senin (21/6) malam. Saat datang kondisinya sudah cukup buruk dan mengalami penurunan saturasi. Saat ini yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi atau ICU COVID-19 untuk mendapat perawatan khusus. Saat ditanya tentang kemungkinan adanya varian baru, Inti mengaku belum bisa memastikan.

Yang jelas, dirinya melihat ada beberapa perubahan pola gejala sakit yang dialami pasien. Sebelumnya mereka yang positif, jika sudah melewati masa kritis maka kondisinya bisa membaik sampai sembuh. Sedangkan saat ini, ada beberapa pasien yang menunjukan gejala mirip dengan pola demam berdarah.

"Jadi seperti pelana kuda, mereka terlihat seperti mau sembuh lalu mendadak parah lagi. Tapi untuk memastikan ini varian baru atau tidak tentunya diperlukan penelitian," tandasnya.

(fat/fat)