Frozen Fruit Banyuwangi Tembus Pasar Jakarta hingga Mataram

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 19:50 WIB
Produk hilir pertanian Banyuwangi semakin mendapat tempat di pasar nasional. Salah satunya buah kupas beku (frozen fruit) produksi Istana Sirsak Banyuwangi.
Bupati Ipuk di Istana Sirsak/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Tak hanya sirsak, Sucipto kini mulai memproduksi buah beku lainnya. Seperti strawberi, mangga, nangka dan kedondong. Juga sari markisa dan air jeruk nipis beku.

"Produk kami asli buah segar tanpa pengawet, gula, maupun bahan campuran lain. Sehingga lebih higienis, aman dikonsumsi," imbuhnya.

Meski sempat terganggu di awal pandemi, Sucipto bersyukur usahanya tetap bertahan.

"Di awal pandemi saat restoran dilarang beroperasi, orderan kami menurun jauh. Namun seiring kesadaran orang akan kesehatan tubuh, sirsak beku ini tetap dicari orang," kata dia.

Sucipto berharap bisa mendapat pasokan buah sirsak lebih banyak lagi dari Banyuwangi. Dia ingin membantu warga yang memiliki tanaman sirsak, tanpa harus mendatangkan sirsak dari kabupaten lain.

Mendengar hal itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta Dinas Pertanian mendampingi warga guna peningkatan produktivitas sirsak.

"Bisnis frozen fruit adalah solusi tepat bagi petani hortikultura saat panennya berlimpah. Komoditas yang tidak sempat terjual bisa dibekukan, jadi tidak membusuk percuma. Jadi usaha ini harus kita dukung," kata Ipuk.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setyawan menambahkan, untuk membantu ketersediaan sirsak dan markisa, pihaknya akan melakukan sekolah lapang (Good agriculture practises/GAP) untuk petani.

Diharapkan, petani bisa membudidayakan kedua komoditas tersebut dengan teknik yang tepat sehingga bisa mendukung ketersediaan sirsak dan markisa di Banyuwangi.

"Selain pelatihan, kami juga akan berikan bantuan bibitnya," ujar Arief.


(sun/bdh)