Banyuwangi Luncurkan Layanan Konsultasi Online ke Petani

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 18:20 WIB
Mempermudah pelayanan bagi para petani, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Pelayanan Smart Konsultasi Pertanian Online atau disingkat Pas Kontan.
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Pelayanan Smart Konsultasi Pertanian Online atau disingkat Pas Kontan. Ini mempermudah pelayanan bagi para petani konsultasi berbagai permasalahan pertanian kepada petugas melalui platform digital yang telah disediakan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pas Kontan merupakan pengembangan dari program Bilaperdu (Mobil Layanan Pertanian Terpadu) yang telah berjalan sebelumnya. Program ini merupakan pelayanan jemput bola atas berbagai masalah pertanian yang dialami oleh petani.

Layanan ini menggunakan mobil yang telah disulap menjadi klinik berjalan untuk menangani beragam masalah pertanian dan peternakan. Seperti hama wereng di musim penghujan, masalah irigasi, dan mengatasi ternak yang sakit.

"Fasilitas ini kami kembangkan lebih lengkap menjadi Pas Kontan yang telah berbasis aplikasi. Kalau dulu komunikasi layanan Bilaperdu melalui call center sehingga terbatas hanya di jam kerja, namun saat ini sudah berbasis aplikasi sehingga bisa diakses 24 jam setiap hari. Kita juga menyebutnya e-bilaperdu," kata Ipuk kepada detikcom, Kamis (10/6/2021).

Ipuk menjelaskan Pas Kontan juga mencakup lebih banyak layanan. Tidak hanya satu, Pas Kontan terdapat 8 jenis layanan yang bisa diakses secara online. Meliputi informasi tentang petani, harga komoditi, konsultasi, info tani, lahan pertanian, cuaca, peta komoditas, elektronik ternak Banyuwangi (enak Wangi), hingga lokasi pelayanan.

Untuk mengakses layanan ini, petani tinggal mengunduh aplikasi Pas Kontan melalui playstore. Menu-menu tersebut akan terpampang di dalamnya.

"Misalnya, petani ingin melihat harga cabai, bisa langsung klik di menu harga komoditi. Nanti akan langsung muncul harga cabai yang real time karena sudah langsung terkoneksi dengan data dari Dinas Koperasi Usaha Menengah dan Perdagangan," urai Ipuk.

"Dengan layanan berbasis digital ini, petani menjadi lebih mudah. Kini mereka tidak perlu jauh-jauh menemui petugas untuk berkonsultasi, cukup menghubungi melalui aplikasi yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Tak lebih dari 24 jam, petugas akan langsung memberikan tanggapan," imbuh Ipuk.

Selanjutnya
Halaman
1 2