Satu Warga Meninggal Positif COVID-19, Jalan Desa di Blitar Ditutup

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 19:21 WIB
Jalan di Dusun Kasim, Desa Ploso, Kecamatan Selopuro ditutup portal. Itu karena ada 8 warga positif COVID-19 dan salah satunya meninggal dunia.
Jalan desa di Blitar yang ditutup/Foto: Istimewa
Blitar -

Jalan di Dusun Kasim, Desa Ploso, Kecamatan Selopuro ditutup portal. Itu karena ada 8 warga positif COVID-19 dan salah satunya meninggal dunia.

Kades Ploso, Rohmadi memaparkan, paparan COVID-19 ditemukan di RT 04 RW 08 yang masuk zona oranye. Awalnya, seorang pria berinial T (51) mengeluhkan demam dan sesak napas. Setelah berobat ke klinik swasta, hasil swab antigen-nya positif. Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Setelah dirawat delapan hari, Pak T meninggal dengan status positif COVID-19. Sebelumnya, istrinya juga positif tapi tanpa gejala dan kami antar karantina di gedung LEC," papar Rohmadi saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2021).

Begitu ada seorang warga yang meninggal positif COVID-19, Rahmadi bersama tiga pilar melakukan tracing, testing dan treatment. Hasilnya, di dua rumah saudara T yang berdekatan, ada lima orang yang juga positif COVID-19.

Yakni keluarga adik T yang terdiri dari seorang suami, istri dan seorang anak. Serta di rumah ibu kandung T, Yang terinfeksi ibu kandung T dan seorang saudara laki-lakinya.

"Yang satu rumah tiga orang lokasinya tepat di depan rumah Pak T. Mereka kami rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Selisih satu hari, kami tracing di rumah ibunya yang posisinya di belakang. Hasilnya dua yang positif lalu kami bawa ke LEC karena tidak bergejala," ungkapnya.

Karena pasien ini memelihara hewan ternak, maka pihak desa pun membantu merawat hewan piaraan itu sampai pasien dinyatakan negatif dan diizinkan pulang ke rumah. Namun karena ketika isolasi di LEC ibu kandung T mengalami sesak napas, maka Satgas COVID-19 merujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

"Ini ada yang baru lagi. Dia menantu warga kami yang bekerja di Tulungagung. Ketika pulang ke sini merasa demam dan sesak napas. Periksa ke klinik swasta dan rapid antigen-nya positif, sehingga dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," imbuhnya.

Karena ada delapan warga satu RT yang positif COVID-19, maka pihak desa mendapat rekomendasi dari tiga pilar untuk menutup jalan desa dengan portal.

"Jalan desa kami tutup portal. Warga luar tidak boleh masuk dulu. Warga yang tinggal di situ, sementara jangan keluar wilayah dulu. Kami tutupnya sejak sepekan sampai Jumat (25/6)," tambahnya.