Berikut Detil Pengetatan PPKM Mikro Sejumlah Daerah di Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 18:25 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Faiq Azmi/File)
Surabaya -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro akan diperkuat. Penguatan itu akan dilakukan mulai besok, 22 Juni hingga 5 Juli mendatang.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan PPKM Mikro di Jatim akan diperketat, terutama di kabupaten/kota yang masuk zona oranye dan merah COVID-19. Pemprov Jatim disebut, sudah melakukan pengetatan PPKM mikro di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan kasus COVID-19 signifikan.

"Hari ini sebenarnya sudah dilakukan di Kota Pasuruan, Kota Malang, ada Kota Mojokerto, Ngawi, di Madiun juga," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Menurut Mantan Mensos RI ini, pengetatan PPKM mikro juga dilakukan di Bangkalan. Tepatnya di 8 Desa yang ada di 5 Kecamatan.

"Hari ini juga sedang dilakukan pengetatan PPKM di 8 desa di 5 kecamatan di Bangkalan. Kecamatan Kota ada tiga desa, Arosbaya dua desa. Lalu di Klampis, Geger, Burneh, masing-masing satu desa," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Khofifah, PPKM mikro telah diterapkan di seluruh 38 Kabupaten/Kota di Jatim.

"Jadi semua menerapkan PPKM mikro. Sekarang penegakkan PPKM di masing-masing daerah.Kalau ada pengetatan, ada jam malam, nah penegakannya di kabupaten kota. Kita juga selalu koordinasi terus dengan 38 kabupaten/kota," pungkasnya.

Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur sedang melonjak. Tercatat, ada 5.158 kasus aktif positif COVID-19 di Jatim. Dari data Satgas COVID-19 Jatim, Bangkalan menjadi Kabupaten dengan kasus aktif tertinggi, yakni sebanyak 941.

(iwd/iwd)