20 Warga Lamongan Positif Swab Antigen Usai Hadiri Hajatan, 2 Meninggal

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 12:51 WIB
Sebanyak 20 warga di sebuah desa di Lamongan positif swab antigen usai menghadiri hajatan di Bojonegoro. Ada 14 warga yang isolasi mandiri di rumah, 4 orang isolasi di rumah sakit dan 2 orang meninggal.
Penyemprotan disinfektan di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Sebanyak 20 warga di sebuah desa di Lamongan positif swab antigen usai menghadiri hajatan di Bojonegoro. Ada 14 warga yang isolasi mandiri di rumah, 4 orang isolasi di rumah sakit dan 2 orang meninggal.

Mereka merupakan warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. Kepala Desa Sumurgenuk, Supaat membenarkan 20 warganya positif swab antigen.

"Dua minggu lalu warga ada yang menghadiri hajatan di Bojonegoro. Setelah itu kami dari Satgas COVID-19 desa langsung melakukan tes swab antigen dan ditemukan warga yang reaktif," kata Supaat kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Klaster Hajatan di Lamongan Terkendali, Tak Ada Lagi Tambahan Positif COVID-19

Sejak 9 hingga 21 Juni, lanjut Supaat, tercatat ada 14 warga yang isolasi mandiri di rumah, 4 orang isolasi di rumah sakit dan 2 orang meninggal. Kasus ini terungkap setelah 2 orang warganya yang mengalami gejala COVID-19 menjalani swab antigen.

"Setelah 2 warga ini kami dari desa kemudian bergerak cepat dengan melakukan tracing dan menggelar swab antigen ke warga yang ikut acara hajatan ini," ujarnya.

Baca juga: Klaster COVID-19 Bermunculan di Jawa Timur, Apa Tanggapan Satgas?

Warga yang menjalani isolasi mandiri, kata Supaat, mendapatkan bantuan dari desa berupa sembako, susu dan vitamin. Pihak desa juga memantau satu per satu rumah warga yang melakukan isolasi usai positif swab antigen.

"Selama warga isolasi, desa memberikan bantuan ke warga. Sembako, susu, vitamin dan juga kelapa yang bisa memperkuat imun tubuh," imbuhnya.

Upaya lain yang dilakukan oleh desa, lanjut Supaat, adalah melakukan penyemprotan disinfektan keliling kampung dengan melibatkan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta. "Kami juga gencarkan sosialisasi terkait ketaatan terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.

(sun/bdh)