Epidemiolog Sebut Demo Warga Madura di Surabaya Berisiko Penularan Corona

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 22:39 WIB
warga madura demo
Ratusan warga Madura demo di Balai Kota Surabaya/Foto file: Amir Baihaqi
Surabaya -

Ratusan warga Madura demo di Balai Kota Surabaya. Aksi yang menuntut dicabutnya swab antigen dalam penyekatan Suramadu itu berisiko penularan COVID-19.

Seperti yang disampaikan Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes. Bahkan Ato mengatakan, tanpa adanya kerumunan, penularan COVID-19 di Bangkalan lebih cepat 4 hingga 8 kali.

"Risiko itu tentu ada, mengingat kondisi di Bangkalan saat ini saja bukan disebabkan oleh kerumunan, tetapi penularannya lebih cepat 4 hingga 8 kali lebih cepat dari biasanya," kata Ato kepada detikcom di Surabaya, Senin (21/6/2021).

"Apalagi bila ada kerumunan yang dilakukan oleh masyarakat dari daerah yang sama," imbuhnya.

Lalu bagaimana langkah terbaik dalam penanganan COVID-19 di Madura? Khususnya di Bangkalan.

"Masalah demo pemeriksaan swab di Suramadu, dalam sosiologi orang Madura, adalah bukan soal ketidakpercayaan terhadap COVID-19, tetapi lebih di persepsi sebagai penghinaan karena menganggap Madura dan orang Madura adalah sarang penyakit," ungkap Ato.

"Jadi pendekatannya adalah soal bagaimana menempatkan harga diri pada tempatnya, dan ini harus dilakukan bukan oleh tokoh masyarakat setempat, tetapi diaspora Madura yang telah teredukasi," pungkasnya.

(sun/bdh)