Pesan Menko PMK untuk Jatim dalam Tangani Lonjakan Kasus COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:55 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mendatangi Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia yakin, Pemprov Jatim bisa menangani lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri)/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Menko PMK Muhadjir Effendy mendatangi Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Ia didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Muhadjir mengatakan, apa yang dilakukan jajaran Forkopimda Jatim dalam menangani lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan sudah baik.

"Sepanjang pengamatan saya, tadi saya juga melihat cara SOP penyekatan di Suramadu sudah sangat baik. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar," ujar Muhadjir di RSLI, Senin (21/6/2021).

"Yang penting harus menguasai lapangan. Jangan hanya rapat dari meja ke meja. Dan saya sangat berterima kasih kepada Bu Gubernur (Khofifah) dan semua jajaran TNI-Polri beserta seluruh jajaran di Jatim," imbuhnya.

Muhadjir juga mengingatkan agar RSLI bisa segera mengantisipasi adanya lonjakan pasien kembali. "Tadi sudah disampaikan Bu Gubernur semuanya tadi, plan untuk penambahan tempat tidur, untuk menjaga mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan. Kalau bisa jangan terjadi, tapi kalau bisa harus siap," jelasnya.

Sementara Gubernur Khofifah mengatakan, ada kenaikan BOR di Jatim saat ini, usai lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah daerah.

"Jadi hari ini memang ada kenaikan BOR isolasi maupun ICU di beberapa kabupaten/kota. Kita lakukan report di 38 kab/kota, kita siapkan plan. Di antaranya tempat isolasi di BPWS untuk pasien telah dibuka hingga 364 bed, dan sudah siap menampung pasien," paparnya.

"Hari ini juga visitasi, untuk rencana pembangunan RS Darurat di Ngawi. Di RSLI sendiri, bisa 50-75 bed lagi dikembangkan, dan untuk tenaga dokter, perawat, kita sudah berkomunikasi dengan IDI, Persi, PPNI dan ditambah personel TNI, Polri," pungkasnya.

(sun/bdh)