Menko PMK Sebut Penanganan COVID-19 di Bangkalan Relatif Mudah

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:47 WIB
menko PMK Muhajir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Menko PMK Muhadjir Effendy mendatangi Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Muhadjir yakin, Pemprov Jatim bisa menangani lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan.

"Bulan Juni (tahun 2020) itu kan terjadi ledakan kasus di Jawa Timur, terutama di Surabaya. Dan itu pengalaman yang sangat berharga, yang ternyata sekarang membuat Jawa Timur ini dalam menangani kasus terutama Bangkalan relatif mudah," ujar Muhadjir di RSLI, Senin (21/6/2021).

Muhadjir mengatakan apa yang dilakukan jajaran Forkopimda Jatim dalam menangani lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan sudah baik.

"Sepanjang pengamatan saya, tadi saya juga melihat cara SOP penyekatan di Suramadu sudah sangat baik. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar yang penting harus menguasai lapangan, jangan hanya rapat dari meja ke meja. Dan saya sangat berterima kasih kepada Bu Gubernur (Khofifah) dan semua jajaran TNI Polri beserta seluruh jajaran di Jatim," terangnya.

Muhadjir juga mengingatkan agar RSLI bisa segera mengantisipasi adanya lonjakan pasien kembali. "Tadi sudah disampaikan Bu Gubernur semuanya tadi, plan untuk penambahan tempat tidur untuk menjaga mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan. Kalau bisa jangan terjadi, tapi kalau bisa harus siap," jelasnya.

Sementara Gubernur Khofifah mengatakan, ada kenaikan BOR di Jatim saat ini, usai kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah daerah.

"Jadi hari ini memang ada kenaikan BOR isolasi maupun ICU di beberapa kabupaten/kota. Kita lakukan report di 38 kab/kota, kita siapkan plan. Di antaranya tempat isolasi di BPWS untuk pasien telah dibuka hingga 364 bed, dan sudah siap menampung pasien. Hari ini juga visitasi, untuk rencana pembangunan RS Darurat di Ngawi. Di RSLI sendiri, bisa 50-75 bed lagi dikembangkan, dan untuk tenaga dokter, perawat, kita sudah berkomunikasi dengan IDI, Persi, PPNI, dan ditambah personel TNI, Polri," pungkasnya.

(iwd/iwd)