Gerak Cepat Gubernur Khofifah Tangani Varian Delta yang Ngegas di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 13:10 WIB
Forkopimda Jatim berkunjung ke Sampang, Madura. Kunjungan ini untuk memantau dan memastikan vaksinasi COVID-19 massal di Sampang berjalan dengan baik.
Forkopimda Jatim berkunjung ke Sampang, Madura beberapa hari lalu/Foto: Istimewa
Surabaya -

Varian COVID-19 B.1617.2 dari India atau varian Delta ditemukan di Jatim. Tercatat, ada delapan pasien yang telah terkonfirmasi varian ini.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat menangani varian Delta ini. Diketahui, varian Delta kebanyakan ditemukan dari pasien Bangkalan yang swab antigen di penyekatan Suramadu. Khofifah mengatakan, varian ini tidak ditemukan pada pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI. Ini berarti telah terjadi transmisi lokal.

Salah satu gerak cepat yang dilakukan Khofifah yakni melakukan vaksinasi massal di Bangkalan. Selain Bangkalan, vaksinasi massal ini juga digelar di wilayah Madura lain yakni Sumenep dan Sampang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung proses vaksinasi massal ini.

Khofifah ingin dari vaksinasi massal ini bisa membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. "Jadi kami tadi malam juga melakukan koordinasi dengan seluruh bupati atau wali kota dan tim Kapolres serta Kodim se-Jawa Timur. Salah satu yang kita harapkan bisa mewujudkan kekebalan komunitas dengan melakukan vaksinasi," ujar Khofifah saat meninjau vaksinasi massal, Rabu (16/6/2021).

"Oleh karena itu, cara untuk bisa melakukan kekebalan berbasis komunitas, herd immunity adalah memaksimalkan vaksinasi, dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat," papar Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengambil sejumlah langkah alternatif untuk mengatasi lonjakan pasien COVID-19. Khofifah mengatakan Pemprov mengoperasikan area food court di Kantor Badan Wilayah Pengembangan Suramadu (BPWS) di Bangkalan, untuk menjadi tempat isolasi. Tempat itu disiapkan bagi warga yang terkonfirmasi positif hasil penyekatan Suramadu.

"Kalau PCR-nya positif, dilihat kalau OTG maka akan dirujuk di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI). Kalau ada gejala, dirujuk ke 6 rumah sakit penyangga," ujar Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan, di BPWS terdapat 8 area food court, namun yang siap difungsikan sebanyak dua food court. Masing-masing food court bisa menampung 100 pasien, dan telah dioperasikan sejak Kamis (17/6).

Gedung pusat informasi BPWS, sejak Senin (14/6) sudah dijadikan pusat karantina dari hasil penyekatan Suramadu, yang hasil swab antigennya positif. Kemudian mereka akan dilanjutkan dengan mengikuti swab PCR.

Dengan opsi ini, Khofifah berharap bisa merelaksasi beban RS penyangga di Surabaya. Seperti RSLI yang menerima pasien OTG.

"Jadi bisa melakukan isolasi untuk 200 pasien yang terkonfirmasi swab PCR positif. Ini menjadi fleksibel bagi warga yang dalam proses penyekatan ini terkonfirmasi swab PCR-nya positif, maka mereka punya opsi dirawat diisolasi di sini (food court BPWS)," tambahnya.

Khofifah mengatakan pihaknya juga mengingatkan masyarakat tetap menggunakan masker. Hal ini merupakan cara untuk bisa menjaga diri dan lingkungan, supaya aman dari kemungkinan terpapar COVID-19.

"Kalau sama-sama kita menggunakan masker yang aman, maka itu cara yang paling aman bagi kita semua, untuk menjaga diri kita dan lingkungan kita," tambahnya.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan masyarakat senantiasa menjaga 5M. "Menjaga untuk tidak berkerumun, menjaga untuk mengurangi mobilitas, mencuci tangan. Ini salah satu dari cara-cara untuk bisa menjaga supaya diri kita sehat lingkungan kita sehat," tambahnya.

Tak hanya itu, Khofifah mengatakan, proses untuk bisa menegakkan protokol kesehatan harus diikuti dengan vaksinasi COVID-19. Pihaknya juga menggandeng sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat agar mau divaksin.

Simak video 'Varian Corona yang Tersebar di Indonesia Berbahaya, Apa Solusinya?':

[Gambas:Video 20detik]