Pemprov Jatim Buat MoU dengan TNI AU soal Penggunaan Lanud Abdulrachman Saleh

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 00:34 WIB
Pemprov Jatim melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan TNI AU. Kerja sama ini terkait pinjam tanah TNI AU di Lanud Abdulrachman Saleh sebagai bandar udara.
Pemprov Jatim melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan TNI AU/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Pemprov Jatim melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan TNI AU. Kerja sama ini terkait pinjam tanah TNI AU di Lanud Abdulrachman Saleh sebagai bandar udara.

Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsda TNI Minggit Tribowo mengatakan, kerja sama antara TNI AU dengan Pemprov Jatim serta Kementerian Perhubungan sudah terjalin sejak lama. Ada dua hal penting yang disepakati dalam perjanjian kerja sama tersebut.

"Tadi baru saja kita laksanakan penandatanganan ada dua hal penting. Yang pertama adalah penggunaan Lanud Abdulrachman Saleh sebagai bandar udara. Kemudian yang kedua, pemakaian aset tanah Lanud sebagai bandar udara," ujar Marsda Minggit di Gedung Negara Grahadi, Jumat (18/6/2021) malam.

Minggit menyatakan, sesuai pesan Kepala Staf AU, aset yang dimiliki TNI AU di Abdulrachman Saleh harus diberdayakan guna membantu perekonomian masyarakat di Jatim.

"Dan gayung bersambut oleh Ibu Gubernur Jatim, ke depan kita harap ini akan berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan diharapkan nanti setelah COVID-19 bisa diatasi akan semakin tumbuh, dan memudahkan transportasi udara. Momen ini sangat penting bagi kami, Ibu Gubernur maupun pihak Kemenhub," terangnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, 11 kabupaten/kota memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap koneksitas publik transportasi udara di Lanud Abdulrachman Saleh. Dengan perjanjian ini, kebutuhan 11 kabupaten/kota akan transportasi udara diharapkan bisa terpenuhi.

"Nah 11 kabupaten dan kota ini akan ter-support dengan kebutuhan-kebutuhan, terutama untuk Malang Raya sendiri. Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kepala Staf Angkatan Udara (Marsekal TNI Fadjar Prasetyo) dan juga Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) yang telah memberikan izin untuk perpanjangan pinjam pakai dari tanah TNI AU di Abdulrachman Saleh kemudian penggunaan udara sebagai pelabuhan udara," kata Khofifah.

Meski begitu, Khofifah menyatakan, sejumlah fasilitas di Abdulrachman Saleh harus direnovasi, agar memberi pelayanan yang maksimal kepada para calon penumpang. Seperti renovasi di terminal bagian kedatangan penumpang, agar bisa seimbang, dengan terminal bagian keberangkatan.

Mantan Mensos RI ini menambahkan, Jatim merupakan satu-satunya provinsi yang diberikan kepercayaan oleh Kemenhub untuk mengelola pelabuhan udara. Selain itu, Jatim satu-satunya provinsi yang diberi izin untuk mengelola pelabuhan laut.

"Biasanya Pelindo, tapi di sini Pemprov berkesempatan untuk mengelola Probolinggo dan untuk pelabuhan udara. Pemprov Jawa timur diberikan kesempatan bersama TNI AU, tentu yang di Lanud Abdulrachman Saleh. Artinya ini harus dijaga, amanah ini, mandat ini, kepercayaan ini, dan tentu Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan akan memaksimalkan ikhtiar ini," pungkasnya.

(sun/bdh)