Tokoh Agama Bangkalan Menyesalkan Aksi Perusakan Pos Penyekatan Suramadu

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 22:14 WIB
Puluhan pengendara melakukan perusakan di pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. Tokoh Agama Bangkalan KH Fathur Rozi Zubair menyayangkan aksi tersebut.
Tokoh Agama Bangkalan KH Fathur Rozi Zubair/Foto: Istimewa
Surabaya -

Puluhan pengendara melakukan perusakan di pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. Tokoh Agama Bangkalan KH Fathur Rozi Zubair menyayangkan aksi tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan itu mengajak warga untuk mematuhi prosedur yang ada di penyekatan. Sekaligus mencegah kemudaratan atau sesuatu yang tidak menguntungkan.

"Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan Suramadu tadi pagi. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi, jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari COVID-19," kata Fathur saat dihubungi detikcom, Jumat (18/6/2021).

Menurut anak dari KH Zubair Muntashor ini, penyekatan dan swab antigen yang dilakukan pemerintah di Suramadu adalah bentuk ikhtiar. Atau usaha agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

Baca juga: Warga Madura yang Rusak Pos Penyekatan Suramadu Lolos dari Bangkalan

"Tujuannya jelas, agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar. Agar pandemi bisa terkendali, yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat tajam," ujarnnya.

"Sebagai umat Muslim, kita harus mencegah kemudaratan yang lebih besar lagi," tambahnya.

Fathur menyebut, penyekatan Suramadu bukanlah bentuk diskriminasi. Sebab, penyekatan tidak hanya dilakukan di Suramadu sisi Surabaya, melainkan di sisi Madura juga.

Baca juga: Pemkab Bangkalan Bakal Sediakan Swab Antigen Gratis di Setiap Puskesmas

"Artinya, yang diperiksa tidak hanya warga Madura saja yang akan ke Surabaya. Tetapi juga warga Surabaya yang menuju ke Madura," ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar warga Madura khususnya Bangkalan taat dan memperhatikan protokol kesehatan. "Saya minta kepada masyarakat supaya patuh protokol kesehatan. Ini adalah upaya kita bisa terhindar dari musibah COVID-19," pesannya.

Baginya, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah keputusan terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, ia sebagai tokoh agama di Bangkalan mendukung langkah pemerintah dalam mencegah COVID-19. Khususnya penanganan di Bangkalan dan Surabaya. Termasuk penyekatan Suramadu.

"Saya juga meminta agar petugas di lapangan untuk lebih ramah dalam melayani warga. Sistemnya juga perlu terus dibenahi agar semakin cepat dalam pelayanan," pungkasnya.

(sun/bdh)