Muncul Klaster Sidomulyo di Kota Mojokerto, Kendornya Prokes Jadi Sorotan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 21:25 WIB
Gang di Kota Mojokerto yang Di-lockdown Jadi Klaster Sidomulyo, 47 Warga Positif COVID-19
Klaster Sidomulyo (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Kota Mojokerto -

Penyebaran COVID-19 di Klaster Sidomulyo, Kota Mojokerto berlangsung cepat hingga menginfeksi 50 warga dalam sepekan. Komisi III DPRD Kota Mojokerto menilai, klaster ini terjadi karena kendornya penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Deny Novianto berpedapat, Klaster Lingkungan Sidomulyo terjadi akibat turunnya kesadaran warga dalam mematuhi prokes. Khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Pasti karena adanya OTG (orang tanpa gejala) yang tidak memaruhi prokes. Ketika ada kumpul-kumpul di lingkungan masing-masing, tanpa disadari menularkan ke orang lain. Seandainya prokes diterapkan ketat, saya yakin tidak tercipta klaster. Itu kan penyebarannya di lingkungan itu. Saya yakin penyebarannya melalui acara yang berkerumun, misalnya kerja bakti, atau tahlilan dan sejenisnya," kata Deny kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Untuk mencegah munculnya klaster lain di Kota Mojokerto, Deny meminta Satgas COVID-19 kembali membatasi kegiatan masyarakat sampai skala mikro atau level rukun tetangga (RT). Acara-acara mengumpulkan massa yang tidak terlalu penting agar ditunda sampai pandemi berakhir.

"Mohon prokes diterapkan seperti awal pandemi dulu, pembatasan kegiatan masyarakat hingga skala mikro. Saya berharap lingkungan yang belum bisa menjamin prokes, jangan melakukan kegiatan dulu. Hajatan dan tahlilan supaya dipikir ulang untuk melaksanakan itu. Kalau tak dapat dicegah, prokes harus diperketat dengan serius," terangnya.

Di lain sisi, politisi Partai Demokrat ini mengapresiasi penegakan prokes yang sudah gencar dilakukan polisi dan Satpol PP Kota Mojokerto melalui operasi yustisi. Dia berharap operasi yustisi terus dilakukan agar masyarakat terbiasa disiplin mematuhi prokes. Tentu saja sasarannya tidak hanya masker, tapi juga kerumunan.

"Maka operasi yustisi harus terus digencarkan untuk menciptakan efek jera bagi masyarakat. Sehingga masyarakat terbiasa mematuhi prokes. Kesadaran masyarakat memakai masker relatif sudah baik karena gencarnya operasi. Hanya saja menjaga jaraknya yang kurang, harus menjadi atensi," tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Agus Wahjudi Utomo. Dia berharap masyarakat serta para pelaku usaha serius dan konsisten menerapkan prokes untuk mencegah penyebaran COVID-19. Begitu juga pengawasan dan penegakan prokes oleh Satgas COVID-19 Kota Mojokerto.

"Prokesnya harus dilakukan dengan serius dan konsisten. Karena kita tak tahu sampai kapan COVID-19 akan berakhir. Kami minta prokes di pasar dan pusat-pusat perdagangan diperketat," cetusnya.