Festival Banyuwangi Youth Creative Network Gali Potensi Daerah-Ekonomi Kreatif

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 15:03 WIB
event Festival Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN)
Foto: Ardian Fanani

Salah satu peserta Arita mengatakan, dalam berlatih tari gandrung dan sinden ini susah-susah gampang. Arita berharap teman-teman muda di Banyuwangi tidak malu untuk melestarikan budaya asli Banyuwangi ini.

"Ya susah-susah gampang. Tapi harus tekun agar bisa," tambahnya.

Para peserta yang mengikuti kegiatan belajar sinden dan tari Gandrung ini nantinya akan di ditampilkan di festival Gandrung Terop pada bulan Agustus mendatang.

Tak hanya berlatih tari dan sinden Gandrung, BYCN juga melatih keterampilan lain. Sebab BYCN ini dari berbagai komunitas yang meliputi 17 sektor yakni, sektor Arsitektur, sektor Desain Interior, sektor dkv dan desain produk, sektor fashion, sektor film/ video dan animasi. Sektor fotografi, sektor kerajian, sektor kuliner, sektor musik, sektor aplikasi, sektor periklanan, sektor televisi / audio/ media, sektor seni pertunjukan, sektor seni rupa.

Salah satunya juga digelar berbagi pelatihan yang ditujukan untuk para pegiat UMKM berbasis tahu yang banyak ditemui di kecamatan Wongsorejo. Pelatihan tersebut diisi dengan pelatihan olahan tahu agar memunculkan diferensiasi produk yang lebih ekonomis. Juga ada pelatihan fotografi dan vidiografi untuk mendukung pemasaran produk yang diikuti sekitar 12 peserta perwakilan desa.

Camat Wongsorejo, Sulistyowati sangat mendukung adanya Festival BYCN ini. Karena selama ini belum banyak orang tau bahwa selain potensi alam, Kecamatan Wongsorejo juga memiliki potensi budaya dan produk lokal.

"Kecamatan Wongsorejo memiliki potensi yang cukup besar di bidang kebudayaan dan produk UMKM, salah satunya adalah manuskrip kuno dengan tradisi Mamaca yang telah turun temurun. Selain itu kami juga memiliki produk tahu yang sudah cukup terkenal dengan sebutan tahu Wongsorejo," katanya.


(fat/fat)