Kasus COVID-19 Jatim Naik, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Terancam Ditunda

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 20:10 WIB
Atas kesepakatan bersama, arah Bangkalan jadi prioritas dalam penyekatan di Suramadu sisi Surabaya. Test COVID-19 akan terus dilakukan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jawa Timur terus naik. Di Surabaya, kini ada 190 kasus aktif per 15 Juni 2021.

Lalu, bagaimana rencana sekolah tatap muka di Kota Surabaya? Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, soal rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah masih dirapatkan kembali dengan dewan pendidikan. Karena, naiknya kasus Corona menjadi kekhawatiran dan pemkot akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Jangan sampai tatap muka mendapatkan dampak yang ga bagus. Ini harus dijaga semuanya," kata Eri kepada wartawan dalam penyekatan di Suramadu sisi Surabaya, Rabu (16/6/2021).

"Belum tahu (PTM), belum pasti. Karena kita lebih utama menangani COVID ini dari pada tatap muka. Kalau dampaknya lebih banyak, kan enggak (PTM)," tambahnya.

Pemkot Surabaya juga akan mengirim surat kembali kepada wali murid. Sebab, izin sudah keluar sebelum kasus COVID-19 naik, dan kebanyakan orang tua setuju.

"Tapi meskipun ada izin dari orang tua, kami akan tetap mempertimbangkan dari zonasi-zonasi. Terus nanti dari pakar epidemiologi, bisa nggak. Kalau nggak bisa, ya nggak (PTM)," jelasnya.

Baginya, yang paling utama ialah keselamatan warga. Ia tidak ingin ada penularan virus Corona saat sekolah tatap muka dibuka, tanpa ada pertimbangan yang tepat.

"Keselamatan warga lebih penting menurut saya dari pada yang lainnya," pungkasnya.

(sun/bdh)