Mahfud Md Ibaratkan Hilangkan COVID-19 Bagaikan Mengepel Lantai Kotor

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:31 WIB
menkopolhukam mahfud md
Menkopolhukam Mahfud Md (Foto: Faiq Azmi)
Bangkalan -

Menkopolhukam Mahfud Md melakukan silaturahmi dengan tokoh agama di Bangkalan. Mahfud bercerita bahwa menghilangkan COVID-19 bagaikan mengepel lantai kotor.

"Bahwa ada puluhan kiai di sini, mungkin menarik kalau ditulis, apa yang dikatakan oleh Kiai Imam Buchori Kolil, bahwa membersihkan COVID-19 itu seperti lantai kotor," ujar Mahfud MD di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Selasa (15/6/2021).

"Ketika lantai kotor itu dibersihkan, orang tidak boleh lewat, sebelum bersih, kering, baru orang boleh lewat. Karena kalau lewat pas dibersihkan, ya gak bersih-bersih," sambungnya.

Mahfud menegaskan apabila pemerintah menginstruksikan untuk di rumah saja, atau penerapan PPKM Mikro, maka warga harus mematuhinya.

"Karena COVID itu kalau sudah dinyatakan lockdown, gak banyak bergerak ada peningkatan ya ikuti dulu, dipatuhi dulu. Nanti kalau udah selesai baru (beraktivitas normal), itu ibarat mudah dipahami," tegasnya.

Mahfud juga menyampaikan, bahwa wajib hukumnya untuk menghindari COVID-19.

"Tadi dari sudut Kiai Miftachul Akhyar, wajib hukumnya menghindari COVID-19 untuk menjaga keselamatan kita. Segala sesuatu yang dilakukan pemerintah, dipatuhi masyarakat, dimengerti. Untuk itu, mari kita sepakat, keadaan semakin membaik dan membaik," ungkapnya.

Dalam pertemuan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat Bangkalan, Mahfud Md menegaskan, tujuan silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa COVID-19 ada dan nyata.

"Melakukan silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa COVID-19 ada, hal yang mengancam manusia, mengancam rakyat, kita semua harus dihadapi. Saya terima kasih kepada para ulama di Bangkalan, tokoh di Bangkalan, yang telah berkumpul di sini untuk membangun pengertian bersama," ujar Mahfud.

Dalam pertemuan ini, hadir sejumlah pejabat, di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH Miftachul Akhyar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Avinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Bupati Bangkalan R Abdul Latief Amin Imron.

Hingga Selasa (15/6), kasus aktif COVID-19 di Bangkalan sebanyak 539 kasus. Bangkalan menjadi daerah dengan kasus aktif terbanyak di Jatim.

Simak video 'Daftar 22 Provinsi di Indonesia yang Lampu Kuning COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)