Keterisian Bed RS COVID-19 di Surabaya Naik 32 Persen dalam 10 Hari Terakhir

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 20:15 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, Pemkot tidak memiliki niat dan maksud apa pun. Sebab, vaksinasi itu untuk mengantisipasi dan saling menjaga, agar penghuni rusun tidak mudah terpapar Corona.
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Pemkot Surabaya menyampaikan, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Pahlawan naik. BOR saat ini mencapai 53 persen atau naik 32 persen.

"Hari ini BOR 53 persen, terjadi peningkatan sekitar 32 persen. Waktu 4 Juni sebelumnya 21 persen. Standar WHO itu kan di bawah 40 persen," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajantara kepada wartawan di kantornya, Senin (14/6/2021).

"Tadi keterangan dari Dinas Kesehatan ada efek lonjak (kasus COVID-19) dari luar Kota Surabaya," imbuh Febri.

Keterisian ICU di rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya juga mengalami peningkatan. "Kemudian ICU juga ada kenaikan sekitar 20 persen. Jadi sekarang ICU yang terpakai di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Surabaya sekitar 63 persen," ungkap Febri.

Lebih lanjut Febri menyampaikan, pihaknya akan melakukan segala upaya pencegahan terkait lonjakan kasus COVID-19 dari luar daerah.

"Kalau bilang langkah, ya harus ditangani bersama-sama. Warga dari luar Kota Surabaya diharapkan untuk bisa menerapkan 3T (tracing, testing dan treatment) dengan maksimal. Sehingga karena Kota Surabaya termasuk menjadi rujukan, kalau daerah di sekitar Surabaya COVID-19 juga terkendali, maka pemakaian BOR di Kota Surabaya bisa teratasi," ungkap Febri.

"Karena BOR meningkat, di sekitaran rumah sakit kita melakukan swab dadakan. Kenapa, untuk antisipasi. Ketika yang sakit diantar, pasti keluarganya ikut toh (mengantar), lah kita antisipasi keluarganya makan di sana, terus menulari pedagangnya. Makanya kemarin kita lakukan swab dadakan di rumah sakit," pungkas Febri.

(sun/bdh)