Klaster COVID-19 Bermunculan di Jawa Timur, Apa Tanggapan Satgas?

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 18:45 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Surabaya -

Dua bulan, klaster-klaster positif COVID-19 bermunculan di Jawa Timur. Klaster-klaster ini bermunculan khususnya usai libur Lebaran 2021. Bahkan kasus yang menonjol akhir-akhir ini soal penyekatan di Suramadu, ditemukan 465 warga Madura positif COVID-19.

Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril mengatakan, kenaikan kasus di Jatim disebabkan libur panjang lebaran 2021. Dan protokol kesehatan di masyarakat mulai kendor.

"Kita selalu evaluasi, setelah libur panjang, kasus selalu naik drastis. Pasca lebaran tahun ini, dari awalnya 200-an, sekarang menjadi 400-an. Sebenarnya lebih baik daripada tahun lalu, yang meningkatnya sampai 300 persen," ujar Jibril kepada detikcom, Senin (14/6/2021).

Jibril menjelaskan, Satgas COVID-19 Jatim selalu mewanti-wanti ke warga menjelang libur panjang, untuk tetap disiplin prokes. Munculnya klaster-klaster itu sendiri, lanjut Jibril, didominasi klaster keluarga dan akhirnya menyebar.

Upaya Satgas COVID-19 Jatim sendiri, lanjut Jibril, untuk memasifkan 3T (Testing, tracing, treatment).

"Kita masifkan 3T khususnya di daerah zona merah, juga tentu di wilayah yang memunculkan klaster-klaster baru seperti di Lamongan, klaster hajatan," terangnya.

Selain itu, Satgas COVID-19 Jatim mengajak tokoh agama khususnya di Madura untuk mengedukasi warga. Upaya peningkatan vaksinasi juga dilakukan di sejumlah daerah khususnya Madura.

"Vaksin di Bangkalan ini masih rendah. Ini yang terus kita gencarkan. Tapi, kembali, jangan sampai euforia usai vaksin," imbuhnya.

Klaster-klaster yang bermunculan di Jatim yakni, klaster keluarga Rusun Penjaringansari Surabaya, klaster keluarga di Jember, klaster hajatan Lamongan, klaster ponpes Surabaya (Tertular dari santri asal Bangkalan), klaster pekerja Madura di Lamongan, klaster hajatan Banyuwangi, klaster sekolah di Jember, klaster hajatan di Madiun.

(fat/fat)