Viral Restoran Bodong di Surabaya, Tipu Pelanggan Lewat Ojol

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 18:11 WIB
Surabaya -

Viral video sebuah restoran yang disebut telah melakukan penipuan melalui ojek online (ojol). Restoran tersebut ada di satu tempat, namun memiliki nama berbeda di aplikasi pemesanan makanan via ojol.

Nama-nama tersebut mencatut restoran-restoran terkenal di Surabaya. Dan bahkan tempat pemesanan makanan itu bukanlah sebuah restoran, namun hanya sebuah kedai rumahan.

Kejadian ini terjadi di Surabaya. Seorang pengguna Instagram @kdeviana dalam insta storynya mengungkapkan jika aksi penipuan ini dilakukan sebuah restoran di Jalan Kejawan Putih Tambak. Dalam video tersebut, nampak nama sebenarnya restoran tersebut yakni Dapur Ndeso.

Tempat di alamat itu rasanya tak cocok jika disebut restoran karena tidak seperti selayaknya restoran. Di sana hanya ada meja panjang yang ditaruh di pintu masuk. Restoran itu juga hanya melayani pesanan take away.

https://149.56.24.226/HP-HP yang digunakan untuk nama restoran fiktif (Foto: Tangkapan layar)

Tak hanya itu, restoran ini juga menggunakan nama restoran terkenal. Mulai dari Bebek Purnama, Pecel Dharmahusada, Kuliner Keputih, Kuliner Juanda, Kuliner AWS, Kuliner Banyuurip, Kuliner Kalijudan, Kuliner Siwalankerto, dan Nasi Padang Ampera.

"Penipuan berkedok resto di Grabfood, keliatannya makanannya enak-enak ya, tapi kalian harus tahu datengnya kayak gimana, harganya gak masuk akal. Jadi dia punya beberapa akun Grabfood atau GoFood," ujar Deviana dalam videonya.

Deviana sendiri membuat video tersebut di restoran itu. Nampak seorang pria berbaju merah hanya diam saja saat Deviana berbicara mengenai penipuan yang dilakukan restoran itu. Di restoran itu diperlihatkan ada banyak HP berjajar.

"Ini ya kondisinya, itu ada banyak HP. Ini ada beberapa menu restoran yang terkenal tapi modelnya kayak gini. Jadi tiap resto beda-beda HP," ujar Deviana sambil membuka sebuah styrofoam berisi nasi pecel yang dipesannya.

Deviana mengaku memesan nasi pecel 5 bungkus dengan harga Rp 92.500. Harga yang dirasanya kelewat mahal karena yang dia terima adalah nasi pecel yang dia sebut tidak ada apa-apanya. Deviana mengaku telah tertipu dengan harga dan kenyataan akan makanan yang dipesannya. Makanannya tidak sesuai seperti yang ada di foto yang ditawarkan.

Deviana juga sempat menanyakan ke pengemudi ojol yang kebetulan melintas. Ojol tersebut mengaku mengetahui jika restoran itu bermasalah dan sudah melaporkan masalah ini.

"Udah tahu kita, sudah ada laporan di sistem tapi karena dari pihak grab tidak ada tanggapan akhirnya mereka jalan terus. Kalau ada ketegasan dari grab tidak akan seperti ini," kata pengemudi Grab tersebut.

Kepada detikcom (12/06), Deviana mengatakan kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Unggahan ini pun menjadi viral dan mendapat tanggapan dari netizen. Tak sedikit netizen yang mengaku mengalami hal serupa.

(iwd/iwd)