Struktur Bata Kuno di Pasuruan yang Sedang Diekskavasi Dipastikan Saluran Air

Struktur Bata Kuno di Pasuruan yang Sedang Diekskavasi Dipastikan Saluran Air

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 15:16 WIB
struktur batu bata kuno di pasuruan
Saluran air berupa struktur bata kuno di Pasuruan sedang diekskavasi (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan ekskavasi awal struktur bata kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. BPCB memastikan bangunan itu merupakan saluran air tertutup.

"Ekskavasi awal sudah masuk hari ketiga. Kita masih mencoba menampakkan lanjutan struktur ke utara. Sampai sekarang sudah bertambah 10 meter. Total sudah tergali hampir 20 meter," kata Ketua Tim Ekskavasi dari BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (12/6/2021).

Wicaksono mengatakan struktur bata kuno tersebut merupakan saluran air tertutup. Struktur itu dibangun dengan bata besar berukuran panjang 38 cm, lebar 22 cm, dan tebalnya 8 cm.

Ketinggian struktur 15 lapis bata atau 140 cm dengan lebar 150 cm. Struktur ini memanjang dari selatan ke utara.

"Ini saluran air tertutup. Ada yang sudah terbongkar, di dalam ada lumpur, jadi belum dibersihkan. Dia secara konstruksi kayak gorong-gorong. Dibentuk dari bata, ditutup, kemudian ditimbun kembali oleh tanah," jelas Wicaksono.

Menurut Wicaksono, saluran air tersebut lebih besar dari saluran air kuno yang ditemukan di Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, pada 2018 lalu, meski sama-sama tertutup.

"Lebih besar dari yang di Kalongan," imbuhnya.

Ekskavasi awal ini direncanakan berlansung selama 10 hari. Tim ekskavasi menargetkan menggali hingga 50 meter.

"Kita target menggali hingga 50 meter. Semoga nanti bisa terbuka dan bisa direncanakan ekskavasi tahap selanjutnya," pungkasnya.

Struktur bata kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, ini ditemukan pada Januari 2021. Ekskavasi baru dilakukan bulan Juni karena penganggaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menyesuaikan kebijakan refocusing akibat pandemi COVID-19.

"Anggaran dari Dinas Pariwisata senilai Rp 25 juta. Itu untuk padat karya tenaga penggali dan lain-lain. Kami dari pemerintah kecamatan membantu koordinasi dengan pemerintah desa dan warga sekitar agar proses ekskavasi lancar," kata Camat Gempol Taufiqul Ghoni. (iwd/iwd)