Kasus Antraks Ditemukan di Tulungagung, Belasan Ribu Sapi Jalani Vaksinasi

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 20:47 WIB
Dinas Peternakan Tulungagung terus melakukan vaksinasi antraks terhadap ribuan sapi di Kecamatan Pagerwojo. Itu dilakukan pascaditemukan kasus antraks pada sapi yang mati.
Sapi di Desa Sidomulyo yang telah mendapatkan vaksin antraks/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Tulungagung -

Dinas Peternakan Tulungagung terus melakukan vaksinasi antraks terhadap ribuan sapi di Kecamatan Pagerwojo. Itu dilakukan pascaditemukan kasus antraks pada sapi yang mati.

Kepala Dinas Peternakan Tulungagung Mulyanto mengatakan, sasaran vaksinasi tidak hanya dilakukan di Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo, yang menjadi episentrum antraks di Tulungagung. Namun juga menyasar seluruh sapi di Kecamatan Pagerwojo.

"Target vaksinasi ini adalah 6.783 ekor sapi potong dan 10.026 ekor sapi perah, di seluruh Kecamatan Pagerwojo," kata Mulyanto, Jumat (11/6/2021).

Ia menjelaskan, penyuntikan vaksin dilaksanakan secara bertahap. Sasaran gelombang pertama telah dituntaskan di Sidomulyo. Sedangkan saat ini mulai melebar di Desa Kradinan yang bersebelahan dengan Sidomulyo.

Dengan pemberian vaksin itu diharapkan, temuan kasus antraks di Sidomulyo dapat dikendalikan dan tidak sampai meluas ke desa-desa yang lain.

Sementara itu, Kepala Desa Kradinan, Eko Sujarwo mengatakan seribu lebih sapi di desanya saat ini telah divaksinasi antraks. Proses pemberian vaksin mulai dilakukan pada Rabu (9/6/2021).

"Informasinya yang sudah divaksin kurang lebih seribu ekor, berarti masih kurang separuh, karena jumlah populasi sapi di Kradinan ada 2.000 ekor," kata Eko.

Menurutnya, pemberian vaksin tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi para peternak sapi di desanya. Pihaknya berharap serangan antraks di Sidomulyo tidak meluas ke wilayahnya.

"Di sini itu mayoritas peternak sapi, satu orang rata-rata punya 5-6 ekor sapi perah maupun potong," imbuhnya.

Eko memastikan, hingga saat ini di desanya tidak ada kasus kematian sapi mendadak. Sebelumnya, Kementerian Pertanian dan tim Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta menemukan satu ekor sapi yang positif terpapar antraks. Temuan itu setelah petugas melakukan uji laboratorium terhadap sampel sapi yang mati secara mendadak.

Sementara itu, kasus kematian sapi secara mendadak di Desa Sidomulyo selama dua bulan terakhir mencapai 26 ekor. Sedangkan kambing yang juga mati mendadak berjumlah tiga ekor.

(sun/bdh)