20 Ribu Masker Dibagikan ke Kampung dan Pasar Bojonegoro

Ainur Rofiq - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:57 WIB
Polisi di Bojonegoro  masih mengandalkan strategi blusukan ke pasar dan perkampungan untuk membagi masker untuk mendorong masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan operasi yustisi terus ditingkatkan
Warga tak taat prokes diberi sanksi (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Bojonegoro -

Polres Bojonegoro terus melakukan blusukan ke pasar dan perkampungan. Ini untuk membagikan masker mendorong masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan operasi yustisi terus ditingkatkan. Total sebanyak 20 ribu masker dibagikan di wilayah 28 polsek jajaran.

Para petugas membagikan masker sebagai bagian langkah kongkrit peningkatan disiplin dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Selain itu, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan menekan laju peningkatan terhadap orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bojonegoro.

"Hari ini kita laksanakan pembagian masker serentak baik Polres dan 28 Polsek jajaran. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan bahwa wabah COVID-19 masih ada di sekitaran kita. Kita bagikan 20 ribu masker kepada masyarakat dalam kegiatan hari ini pembagian masker serentak," ujar AKBP Pandia, Kapolres Bojonegoro kepada detikcom, Jumat (11/6/2021).

Dalam kegiatan yang dibalut operasi yustisi ini, para warga yang beraktivitas di luar rumah yang ketahuan tak pakai masker dihukum sosial dan push up. Sedangkan bagi anak anak yang pakai masker langsung dihadiahi biscuit coklat oleh polisi.

Perlu diketahui, untuk saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 masih tinggi di Bojonegoro. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro hari ini, sebanyak 21 orang dirawat.

"Polres Bojonegoro dan Polsek jajaran terus berupaya memutus mata rantai COVID-19 baik dengan membagikan masker serta mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap memematuhi protokol kesehatan 5M. Yang paling penting mengurangi mobilitas keluar rumah sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan seseorang yang belum tahu riwayat kesehatannya," tegasnya.

Kapolres Bojonegoro mengimbau bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas perekonomian juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka mendukung percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Tidak ada yang menjamin setelah kita divaksinasi. Selama kita disiplin atau mematuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, kemungkinan kecil tidak terpapar Covid-19. Setiap kegiatan perekonomian juga harus memperhatikan protokol kesehatan sehingga sama-sama berjalan, kesehatan aman dan perekonomian membaik," pungkasnya.

(fat/fat)