Round-Up

Aksi Nekat 5 Calon TKW Loncat dan Kabur dari Tempat Penampungan di Malang

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 09:15 WIB
balai pelatihan kerja (BLK) Kota Malang Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang
Lokasi Calon TKW kabur dan loncat dari tembok setinggi 15 meter (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Surabaya -

5 Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) ditemukan kabur dan loncat dari lantai dua kantor penampungan di Kota Malang. Dari 5 orang, ada 3 korban yang mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dari lima korban, tiga di antaranya harus dilarikan ke RSUD Kota Malang untuk mendapat penanganan medis. Sementara dua orang lainnya mengalami luka ringan. Kejadian ini berlangsung pada Rabu (9/6) malam. Polisi masih menyelidiki penyebab 5 calon TKW tersebut melarikan diri.

"Kami masih selidiki, korban belum bisa kami mintai keterangan, karena masih menjalani perawatan di RSUD," tegas Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Tinton menambahkan, keterangan korban beserta saksi-saksi diharapkan nantinya bisa mengungkap motif dari calon TKW loncat dari tempat penampungan tersebut. Namun hingga saat ini, belum diketahui motif dari ke-5 calon TKW tersebut kabur dari PJTKI tersebut.

"Belum tahu, motifnya apa," imbuhnya.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, ada lima calon TKW yang meloncat pada, Rabu (9/6/2021) malam. Mereka adalah calon TKW yang menetap di sebuah balai pelatihan kerja luar negeri. Balai pelatihan kerja yang bernama Centra Karya Semesta ini beralamat di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Warga yang mengetahui kejadian ini langsung memberikan pertolongan kepada para korban. Bersamaan, peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak lama, polisi datang untuk mengamankan lokasi, sekaligus menggelar olah TKP.

Mereka nekat kabur dari atap setinggi sekitar 15 meter sekitar pukul 19.00 WIB. Salah seorang warga mengaku tali kain itu membantu mereka menuruni dinding menuju jalan kecil sebagai akses warga ke Jalan Rajasa atau jalan raya depan PJTKI.

"Kejadiannya jam 7 malam. Semuanya perempuan. Katanya (Kabur) pakai tali kain, terus meloncat ke bawah," kata Siti Romlah (33), seorang warga yang tinggal di belakang PJTKI saat ditemui wartawan di lokasi.

Saat itu, jelas Siti Romlah, didatangi 2 perempuan. Mereka meminta tolong agar menolong tiga temannya yang mengalami luka.

Selanjutnya
Halaman
1 2