22 Ribu Baby Lobster Dilepasliarkan di Perairan Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 20:12 WIB
pelepasliaran baby lobster
Pelepasliaran baby lobster di perairan Probolinggo (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

22 Ribu ekor baby lobster dilepasliarkan. Puluhan ribu baby lobster itu merupakan hasil penggagalan penyelundupan yang diungkap Polda Jatim.

Pelepasliaran baby lobster dilakukan polisi Balai KIPM Surabaya, dan BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur di Perairan Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo.

"Pelepasliaran baby lobster ini sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.12/ Permen-KP/2020, tentang pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan di wilayah Republik Indonesia, sedangkan lokasi pelepasliaran merupakan hasil koordinasi dan rekomendasi dari BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur, bahwa lokasi tersebut merupakan habitat asli lobster," ujar Kepala Balai KIPM Surabaya I, Muhlin, kepada wartawan usai pelepasliaran, Kamis (19/6/2021).

Muhlin mengatakan pelepasliaran baby lobster ini merupakan salah satu tujuan dari digelarnya Bulan Mutu Karantina (BMK) 2021 yakni perwujudan sikap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam menjaga keberlanjutan Sumber Daya Perikanan (SDP), keberlanjutan menjadi poin penting untuk menjaga denyut perekonomian warga setempat.

"BMK bukan hanya tentang pelayanan, tapi juga menunjukkan komitmen kita dalam menjaga keberlanjutan," kata Muhlin.

Sementara itu, selaku Koordinator BPSPL Denpasar Wilker Jawa Timur, Kiki, mengatakan pelepasliaran benih lobster didasarkan pada pertimbangan kemudahan akses, keselamatan petugas, dan kesesuaian kondisi perairan untuk habitat baby lobster sesuai parameter fisika -kimia perairan.

"Maka pilihan terbaik jatuh pada lokasi kawasan konservasi yang terdekat di Perairan Gili Ketapang Probolinggo," kata Kiki.

Baby lobster itu sendiri merupakan barang bukti penggagalan penyelundupan baby lobster yang dilakukan Ditpolairud Polda Jatim pada 6 Juni 2021 di Jalan Wilis Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Kasus ini menyeret satu tersangka yakni Widodo. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan, Widodo tidak bisa menunjukkan perijinan terkait pengiriman benih lobster tersebut.

Dari Widodo ditemukan baby lobster dalam packing dengan total keseluruhan terdapat 79 kantong plastik, dengan jumlah total 22.200 ekor terdiri dari lobster jenis Pasir 22.145 ekor dan jenis Mutiara 55 ekor.

(iwd/iwd)