Ini Vonis Bagi Satu Terdakwa Korupsi Pengadaan Aplikasi di Kota Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 19:02 WIB
Kasus korupsi pengadaan aplikasi Dinas Kominfo dan Statistik Pemkot Pasuruan tahun anggaran 2019, memasuki babak baru. Satu dari tiga terdakwa dijatuhi vonis pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan serta denda.
Kejari Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

Kasus korupsi pengadaan aplikasi Dinas Kominfo dan Statistik Pemkot Pasuruan tahun anggaran 2019, memasuki babak baru. Satu dari tiga terdakwa dijatuhi vonis pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan serta denda.

"Pada Hari Senin, 7 Juni 2021 perkara Diskominfo atas nama terdakwa Sugeng Winarto telah dijatuhkan vonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, yang pada pokoknya terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan, Wahyu Susanto, Kamis (10/6/2021).

Terdakwa divonis pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Kemudian diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Terdakwa juga wajib membayar uang pengganti Rp 4.200.000, yang merupakan kekurangan atas kerugian keuangan negara.

"Sebagaimana kita ketahui total nilai kerugian negara dalam kasus ini berdasarkan hasil audit BPK sekitar Rp 289.000.000. Setelah kita lakukan audit investigatif di Inspektorat Kota Pasuruan, ternyata masih ditemukan sisa kerugian negara yang belum dikembalikan yaitu Rp 4.200.000. Bila tak dibayar, maka dapat dikenakan pidana penjara 1 bulan," terang Wahyu.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Karena itu, jaksa masih mempertimbangkan banding.

"Tuntutan jaksa yaitu pidana penjara 4 tahun, denda Rp 200.000.000 subsider 3 bulan kurungan penjara, kemudian pengenaan uang pengganti Rp 4.200.000. Kalau nggak dibayar 1 bulan, jaksa bisa menyita harta bendanya untuk menutupi uang pengganti. Kalau nggak ada harta benda, diganti pidana penjara 2 tahun. Itu tuntutan jaksa," terang Wahyu.

Sementara proses hukum dua terdakwa lainnya masih dalam tahap replik. "Yang diagendakan hari ini," pungkas Wahyu.

Untuk diketahui, tiga pejabat di Pemkot Pasuruan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni FK, SW dan MP. FK merupakan Plt Kadis Kominfo dan Statistik pada tahun 2019, SW merupakan Plt Kadis Kominfo dan Statistik di tahun yang sama, pengganti FK. Sedangkan MP merupakan Kasi Infrastruktur Jaringan pada masa FK.

"FK merupakan kuasa pengguna anggaran saat pengadaan, SW kuasa pengguna anggaran merangkap pejabat pembuat komitmen (PPK). Sementara MP merupakan PPK," jelas Wahyu Susanto, Rabu (16/12/2020).

Para tersangka kasus korupsi sebenarnya sudah mengembalikan uang dalam kasus ini. Namun Kejari Pasuruan tetap melakukan penyidikan karena pengembalian uang tak bisa menghapus pidana yang dilakukan.

(sun/bdh)