Korupsi Bansos Ponpes di Kota Pasuruan, Jaksa Sita Mobil dari Istri Tersangka

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 17:30 WIB
korupsi di pasuruan
Mobil Toyota Kijang yang disita Kejari Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Penyidik Kejari Pasuruan terus menelusuri aliran uang hasil korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag untuk pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyah (Madin) di Kota Pasuruan. Hari ini penyidik menyita mobil dari istri salah satu tersangka.

"Berdasarkan proses penyidikan, penyidik telah menyita benda berupa barang bergerak yakni satu mobil Toyota Kijang KF40 SPR Tahun 1991 berikut dengan dokumennya," kata Kasi Intel Kejari Pasuruan Wahyu Susanto didampingi Kasi Pidsus Soemarno, Kamis (10/6/2021).

Mobil bernomor polisi N 1057 RG itu disita dari istri NR, salah satu tersangka penyimpangan BOP pada madin, NR alias FQ. Wahyu menjelaskan, mobil itu dibeli pada bulan November 2020, pada masa penyaluran BOP.

"Barang tersebut diduga sebagai barang yang diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi. Nilai mobil itu belum bisa (disampaikan)," tegas Wahyu.

Wahyu menegaskan proses hukum kasus tersebut akan dilakukan hingga tuntas. "Kalau ada perkembangan akan kita sampaikan," pungkasnya.

Untuk diketahui dalam kasus ini, Kejari Pasuruan telah menetapkan menahan lima tersangka, sejak 27 Mei 2021. Mereka yakni SK, AS dan AW yang merupakan tersangka pemotongan BOP di Ponpes. Serta RH dan NR alias FQ yang merupakan tersangka pemotongan BOP di Madin.

Menurut hasil penyidikan, para tersangka diduga melakukan pemotongan BOP untuk 11 Ponpes dan 220 Madin. Setiap Ponpes dipotong Rp 10 juta, sedangkan pemotongan setiap Madin rata-rata Rp 2 juta.

Sebelum menyita mobil dari tersangka penyimpangan BOP untuk Madin, Kejari sudah mengamankan uang Rp 90 juta dari tersangka penyimpangan BOP untuk Ponpes.

BOP Kemenag dimaksudkan untuk membantu meringankan beban Ponpes dan Madin menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi COVID-19. Di Kota Pasuruan besaran BOP bervariasi antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

(iwd/iwd)