Kejari Kota Pasuruan Telusuri Aliran Uang Korupsi Bansos Madrasah dan Ponpes

Kejari Kota Pasuruan Telusuri Aliran Uang Korupsi Bansos Madrasah dan Ponpes

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 12:12 WIB
Kejari Kota Pasuruan menelusuri aliran uang yang diduga hasil korupsi dari Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kemenag untuk pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyah (Madin). Kejari tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban dalam kasus tersebut.
Kejari Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kejari Kota Pasuruan menelusuri aliran uang yang diduga hasil korupsi dari Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kemenag untuk pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyah (Madin). Kejari tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban dalam kasus tersebut.

Dalam kasus ini, Kejari telah menahan lima tersangka. Mereka yakni SK, AS dan AW yang merupakan tersangka pemotongan BOP Ponpes. Serta RH dan FQ yang merupakan tersangka pemotongan BOP Madin.

"Aliran dana untuk Ponpes ternyata sudah berada di dalam penguasaan salah satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka. Bahkan kita selamatkan Rp 90 juta yang nantinya akan menjadi barang bukti. Sedangkan untuk Madin, aliran dana masih dalam penelusuran, kita belum memperoleh keterangan aliran dananya ke mana," kata Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto, Jumat (4/6/2021).

Sampai saat ini proses penyidikan masih berjalan. Ia memastikan penanganan kasus transparan dan profesional.

"Kita akan dalami, kalau memang di kemudian hari kita memperoleh data dan fakta tambahan terkait yang mengarah ke aktor lain selain lima orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, tentu akan kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," terang Wahyu.

Dalam kasus ini, Kejari Kota Pasuruan menetapkan lima tersangka dan menahan mereka di Lapas Kota Pasuruan sejak 27 Mei 2021. Peran mereka sebagai inisiator pemotongan, pelaksana di lapangan dan penerima hasil pemotongan.

Para tersangka diduga melakukan pemotongan BOP untuk 11 ponpes dan 220 lembaga madin. Berdasarkan penyidikan Kejari, setiap Ponpes dipotong Rp 10 juta. Sedangkan pemotongan di lembaga madin rata-rata per lembaga Rp 2 juta.

Penyelidikan dugaan korupsi BOP Kemenag RI di Kota Pasuruan tahun 2020 ini dimulai sejak Januari 2021. Penyelidikan dinaikkan ke penyidikan pada 17 Mei 2021, kemudian ditetapkan lima tersangka.

BOP Kemenag dimaksudkan untuk membantu meringankan beban Ponpes dan lembaga pendidikan agama menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi COVID-19. Di Kota Pasuruan besaran BOP bervariasi tergantung besar kecilnya lembaga. Setiap lembaga menerima bantuan Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. (sun/bdh)