Usai Loncat dari Tempat Penampungan, TKW Minta ke Warga untuk Disembunyikan

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 14:33 WIB
Lokasi kejadian Lima Calon TKW Loncat Dari Tempat Penampungan di Malang
Tempat penampungan 5 TKW yang kabur (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

5 Calon TKW nekat kabur dari tempat karantina di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Warga mengaku dari 5 orang yang loncat dari tempat penampungan, 3 mengalami luka kepala dan patah tulang.

"Kejadiannya jam 7 malam. Kami dengar ada perempuan-perempuan minta tolong. Ada tiga yang terluka dan dibawa ke rumah sakit," ujar Siti Romlah (33), saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (10/6/2021).

Romlah tinggal di rumah kontrakan tepat di belakang tempat karantina bernama balai pelatihan kerja luar negeri. Namanya Centra Karya Semesta. Romlah mengajak warga lain memberikan pertolongan.

Dia pun mengajak Halimah mencari pertolongan ke warga sekitar di Jalan Lobak Kelurahan Bumiayu RT02/RW05. Lokasi perkampungan warga berada di sisi utara kontrakan Halimah.

"Namun, warga sekitar tidak ada yang berani menolong korban yang ketakutan tersebut. Karena takut nanti meninggal di rumah warga kan takut. Di sini soalnya ngontrak semua," jelasnya.

Kemudian datanglah seseorang bernama Bu Nur yang menginisiasi untuk menolong mereka. Selanjutnya para warga pun menolong tiga orang yang luka-luka ke kampung sebelah.

"Akhirnya warga pun mengevakuasi tiga orang yang mengalami luka patah di kaki dan di kepala itu ke kampung sebelah. Tiga parah, dua selamat, di antaranya asal Sumbawa dan Lombok. Mereka katanya turun pakai kain selimut," terangnya.

Romlah mengaku, 5 perempuan itu meminta tolong untuk disembunyikan. Karena mereka takut ketahuan pemilik balai pelatihan tenaga kerja.

"Mereka cari tempat sembunyi. Minta tolong kepada kami, untuk disembunyikan. Saya ga berani, makanya panggil warga lain," tuturnya.

Pantauan detikcom, 5 perempuan diduga calon TKW itu ditemukan warga di jalan kecil berada di sisi timur balai pelatihan kerja. Bercak darah masih terlihat di lokasi, warga menegaskan darah tersebut darah dari 5 TKW yang memilih kabur. Mereka kabur menggunakan kain selimut yang dililitkan di dinding tempat penampungan yang tingginya sekitar 15 meter.

(fat/fat)