Meski Dilarang, Warga Buru Buaya yang Muncul di Sungai Sadar Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 21:13 WIB
Warga nekat memburu buaya yang muncul di Sungai Sadar Mojokerto meski dilarang karena berbahaya. Mereka berusaha menangkap buaya tersebut menggunakan peralatan seadanya.
Warga berusaha menjerat buaya menggunakan tambang di Sungai Sadar/Foto: Istimewa
Mojokerto -

Warga nekat memburu buaya yang muncul di Sungai Sadar Mojokerto meski dilarang karena berbahaya. Mereka berusaha menangkap buaya tersebut menggunakan peralatan seadanya.

Detikcom menerima video aksi warga menangkap buaya di Sungai Sadar, Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pria berusaha menjeratkan tambang ke mulut buaya dari tepi sungai.

Buaya muara itu tampak diam di permukaan Sungai Sadar. Namun, buaya dengan panjang sekitar 2-2,5 meter itu kabur sebelum tambang menyentuh kepalanya. Aksi penangkapan buaya ini menjadi tontotan warga.

Kepala Dusun Toyorono, Andri Dwi Prasetyo membenarkan upaya penangkapan buaya di Sungai Sadar itu. Penangkapan buaya dilakukan warganya sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB. Yakni saat seekor buaya muara muncul ke permukaan sungai, sekitar 1 km di sebelah barat titik kemunculan pertama.

"Yang muncul satu ekor, ukurannya sama. Jaraknya sekitar 50 meter dari permukiman penduduk. Yang memburu warga pakai tambang dijerat mulutnya, tapi kabur buayanya. Besok mulai pagi rencana dilanjutkan karena malam penerangannya kurang," kata Andri saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/6/2021).

Adanya sayembara membuat warga Dusun Toyorono nekat memburu buaya di Sungai Sadar. Menurut Andri, Pemerintah Dusun Toyorono sendiri yang membuat sayembara berhadiah Rp 500.000 tersebut.

Oleh sebab itu, Kepala Desa Sukoanyar Priyanto tidak mengetahui adanya sayembera menangkap buaya di Sungai Sadar tersebut. Dia menyebut sayembara itu hanya gurauan yang diedarkan melalui WhatsApp dan bukan kebijakan Pemerintah Desa Sukoanyar.

"Yang mengadakan sayembara Dusun Toyorono. Hadiah pakai uang kas dusun. Tetap kami koordinasikan dengan pemerintah desa mungkin ada tambahan hadiah," ungkap Andri.

Bahkan, dia berencana menaikkan hadiah sayembara menjadi Rp 1 juta. "Rencana besok saya naikkan Rp 1 juta kalau warga bersemangat memburu. Syaratnya membawa buaya dalam kondisi hidup ke kantor desa supaya diambil BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)," lanjutnya.

Sayembara maupun aksi warga Dusun Toyorono menangkap buaya muara di Sungai Sadar tergolong nekat. Terlebih lagi BBKSDA Jatim telah melarang masyarakat menangkap sendiri satwa liar tersebut karena berbahaya.

Selanjutnya
Halaman
1 2