Ribuan Swab Antigen Digelontor untuk Penyekatan Suramadu

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 19:04 WIB
Operator Tambang Emas Kirim 1.500 Paket Swab Antigen untuk Penyekatan Suramadu
Penyerahan swab antigen untuk penyekatan Suramadu (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Ribuan paket swab antigen disumbangkan ke Pemprov Jatim. Langkah ini diambil Operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (BSI) setelah mengetahui membeludaknya penularan COVID-19 di Bangkalan, Madura. Bantuan sebanyak 1.500 swab antigen ini diperuntukkan penyekatan di Jembatan Suramadu.

Penyerahan bantuan dilakukan di Surabaya, pada Selasa (8/6/2021). Bantuan ini diserahkan ke Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jatim, yang kemudian menyerahkan ke Dokkes Polda Jatim.

"Tentu ini bagian dari kemanusiaan. Kami tergerak untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pencegahan penularan lebih lanjut virus Corona di provinsi ini," ujar Direktur PT BSI Boyke P. Aidin kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Kontribusi ini jadi bagian dari paket bantuan yang akan diserahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Satgas COVID-19 Jawa Timur pada 9 Juni 2021.

"Kami berharap dukungan kami dapat membantu jajaran Pemprov Jatim mengatasi masalah lonjakan kasus positif ini. Dan, mari bersama terus menjaga kewaspadaan," kata Direktur PT BSI Boyke P. Abidin.

Boyke berharap, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi pencegahan lebih jauh, jajaran Pemprov Jatim, termasuk Polda, dalam menerapkan kebijakan penyekatan Jembatan Suramadu.

Warga Madura yang ingin ke Surabaya juga harus bersedia menjalani tes swab antigen. Tes ini sangat penting sebagai skrining awal kondisi seseorang, dan tepat diterapkan karena hasilnya bisa diketahui dalam waktu relatif cepat.

Selain itu, di hari keempat penyekatan dan tes swab antigen dari sisi Surabaya sudah ada 10.078 yang ditesting. 71 Di antaranya positif COVID-19 swab PCR.

"Dari data per 9 Juni pukul 06.00 WIB ada 305 yang positif antigen. Sedangkan sejak Sabtu (5/6) sudah ada 10.078 yang positif PCR sebanyak 71 orang. Hal ini yang membuat kami makin tegas jika tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik putar balik," ujarnya.

"Dengan adanya kenaikan apalagi ada temuan varian baru ini kami himbau para masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi peraturan protokol kesehatan yang di terapkan. Selain itu kita terus melakukan sosialisasi untuk mencegah para penyebaran dan saya harap tokoh masyarakat juga ikut mensosialisasikan karena para tokoh ini lebih didengarkan," pungkasnya.

(fat/fat)