16 Korban Kekerasan Seksual Sekolah di Batu Telah Diperiksa Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 20:09 WIB
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait (Foto: Muhammad Aminudin)
Batu -

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut ada 16 korban dugaan kekerasan seksual di sekolah SPI telah memberikan keterangan kepada polisi. 14 diantaranya telah menjalani visum, sementara dua saksi kunci menolak divisum. Mereka adalah kakak beradik asal Blitar.

"Jadi ada 16 korban yang diperiksa sampai Jumat (4/6) kemarin, 14 sudah menjalani visum, sementara dua lainnya tidak bersedia. Mereka kakak beradik asal Blitar," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada wartawan di Polres Batu, Rabu (9/6/2021).

Menurut Arist, 16 orang yang mengaku sebagai korban tersebut, berbeda dengan pengaduan yang sudah masuk di hotline pengaduan yang dibuka oleh Polres Batu.

"Yang ini berbeda, karena mempertimbangkan UU ITE dan keterbukaan informasi publik. Maka tidak boleh mengungkap saksi dan sebagainya. Yang jelas ada pengaduan masuk melalui hotline," tegasnya.

Arist mengaku dari 14 korban, tiga di antaranya telah bertemu dengannya malam kemarin. Mereka sebagai perwakilan menyampaikan beberapa hal untuk diteruskan kepada publik, khususnya pelajar SPI.

"Pertama, agar tenang. Karena tidak ada untuk menutup SPI. Kedua, kalau ada orang-orang, individu maupun kelompok mendukung terduga pelaku, itu hak hukum," kata Arist.

Namun, lanjut Arist, ada hal yang patut diperhatikan menurut korban. Yakni, jangan menyangkal atau menyanggah peristiwa yang pernah terjadi.

"Tetapi jangan men-denial (menyangkal) atau menolak atau mengabaikan yang terjadi di situ. Biarkan orang-orang kelompok apapun, jangan mengabaikan peristiwa yang terjadi," tandas Arist.

(iwd/iwd)