Pemkab Blitar Vaksinasi ke Desa-desa Agar AstraZeneca Tak Kedaluwarsa

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 15:28 WIB
Akhir Mei 2021, Kabupaten Blitar mendapat jatah vaksin AstraZeneca sebanyak 84.000 dosis. Karena masa berlaku vaksin ini habis pada akhir Juni, Pemkab Blitar menjemput bola dengan menggelar vaksinasi sampai ke tingkat desa.
Vaksinasi COVID-19 di Blitar/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Akhir Mei 2021, Kabupaten Blitar mendapat jatah vaksin AstraZeneca sebanyak 84.000 dosis. Karena masa berlaku vaksin ini habis pada akhir Juni, Pemkab Blitar menjemput bola dengan menggelar vaksinasi sampai ke tingkat desa.

Tim Penanggulangan Bidang Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, skema pemberian vaksin gratis ini masih diprioritaskan untuk petugas pelayan masyarakat dan lansia.

Di antaranya untuk guru. Ada sekitar 20 persen yang belum mendapat vaksin karena berbagai kendala. Seperti kondisi badan kurang fit atau pergi keluar kota. Sedangkan untuk pelayan masyarakat, hampir 90 persen sudah mendapatkan baik vaksin Sinovac maupun AstraZeneca untuk dosis pertama.

"Stok kami masih sekitar 70.000 dosis. Padahal masa kedaluwarsanya akhir Juni ini. Jadi ini kami jemput bola ke semua desa. Vaksinasi kami laksanakan di setiap kantor desa agar stok bisa habis sebelum masa kedaluwarsa," kata Eko saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/6/2021).

Saat ini, 24 Puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar secara bergilir mendatangi semua kantor desa di wilayahnya. Dalam satu hari, petugas kesehatan ditarget bisa menyuntikkan vaksin AstraZeneca kepada 4.500 orang. Namun capaian sampai hari ini masih di kisaran 3.000 orang per hari.

"Kendalanya itu, banyak lansia tidak ada yang mengantar ke kantor desa. Nah ini kami koordinasi dengan Forkopimda dan pihak kepolisian untuk bisa mengantar jemput mereka. Kami sekaligus memberikan vaksin kepada yang mengantar lansia itu jika usianya sudah di atas 18 tahun," paparnya.

Selain kendala tidak ada yang mengantar, para lansia dengan penyakit penyerta atau komorbid merasa gamang untuk divaksin. Ada beberapa di antara mereka yang khawatir, vaksin justru berakibat fatal pada kesehatan mereka.

"Saya usia 62 tahun. Menderita diabetes sudah sekitar lima tahun ini. Bukan menolak divaksin ya. Tapi saya khawatir malah sakit karena ada diabetes ini lho. Soalnya saya harus nungguin cucu yang ditinggal ibunya kerja di luar negeri," jawab Yatni, warga Kanigoro.

Sosialisasi keamanan vaksin gencar dilakukan melalui beragam media dan langsung ke masyarakat. Untuk pemenuhan target ini, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben malah memanfaatkan mobil dinas perangkat desa untuk mengantar jemput lansia sasaran vaksinasi COVID-19.

"Kemirigede hampir selesai. Karena peserta vaksin kita antar jemput ke Puskesmas Kesamben pakai mobdin dan yang antar perangkat desa," pungkas Kades Kemirigede, Hari Purnawan.

Lihat Video: Strategi Bio Farma Penuhi Target 1 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Per Hari

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)