Paguyuban Warkop Surabaya Tagih Janji Wali Kota Eri soal Jam Malam

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 06:55 WIB
Paguyuban Warung Kopi di Surabaya mengeluh terkait operasionalnya dibatasi selama massa pandemi.
Foto: Istimewa

Cak Conk mengaku di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo sudah memperbolehkan warkop buka 24 jam, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Contohnya, warung kopi di kota-kota tetangga yang masuk Surabaya Raya (Gresik dan Sidoarjo) sudah diperbolehkan buka 24 jam dengan tetap menerapkan prokes, harusnya Surabaya juga bisa mengambil keputusan yang sama," ungkap Cak Conk.

"Kami hanya pedagang kecil, UMKM warung kopi. Masa dengan rakyat sendiri kok dibuat susah. Katanya warga Surabaya mau dibuat senang," lanjutnya.

Pihaknya juga telah melakukan survei terhadap dampak yang ditimbulkan terkait penerapan jam malam. Menurutnya tidak hanya pengusaha atau pemilik warkop saja yang terdampak ekonomi. Beberapa penjual makanan ringan yang menitipkan makanan di lapak mereka juga terdampak.

"Teman-teman melakukan survei, selain masalah ekonomi yang terdampak dari sektor warkop itu, bukan hanya pengusaha warkop saja. Tetapi yang terdampak juga mitra-mitra warkop. Misalnya yang titip gorengan, yang titip kerupuk, kacang yang terdampak. Itu yang tidak dipikirkan oleh Pemkot, berapa warkop yang itu mitranya sangat banyak ternyata," tandasnya.

Halaman

(fat/fat)