Tekan COVID-19, Polisi di Banyuwangi Bagikan Tempat Sampah Khusus Masker Bekas

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 17:50 WIB
polresta banyuwangi
Polisi membagikan tempat sampah untuk pengguna jalan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Tak hanya membagikan masker kepada pengguna jalan, polisi di Banyuwangi juga membagikan tempat sampah khusus untuk membuang bekas masker dan tisu. Ini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat agar tidak membuang masker dan tisu bekas pakai sembarangan.

Kampanye ini digelar di depan Polresta Banyuwangi, Selasa (8/6/2021). Dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, polisi membagikan masker dan tepat sampah khusus kepada masyarakat pengguna jalan.

"Sekarang kita mulai kampanyekan membuang masker dan tisu belas pakai tidak disembarang tempat. Ada tempat sampah khusus ya. Bagi pengguna roda empat tempat sampah ini bisa diletakkan di mobil," ujar Arman kepada detikcom.

Kampanye tempat sampah khusus ini, kata Arman, merupakan upaya meningkatkan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Banyuwangi. Tak hanya di kendaraan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat menyediakan tempat sampah khusus untuk masker dan tisu bekas pakai.

"Mulai dari keluarga ya. Di rumah kalau bisa ada tempat sampah khusus masker. Selanjutnya kalau mau dibuang harus dibungkus dulu dengan kantung plastik," tambahnya.

Selain membagikan tempat sampah, polisi juga membagikan masker kepada pengguna jalan. Sasarannya, kata Arman, mulai dari pejalan kaki, pengendara motor dan mobil pribadi, angkutan logistik, hingga penumpang angkutan umum.

"Ada sekitar 250 kendaraan yang kita berhentikan sementara untuk kita berikan masker sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya disiplin protokol kesehatan," terangnya.

Menurut Arman, edukasi kepada masyarakat terkait peningkatan disiplin protokol kesehatan ini sangatlah penting, dalam rangka mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sejauh ini, masih kata Arman, kasus COVID-19 di Kabupaten Banyuwangi cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada, dari 93 kasus meningkat menjadi 101 kasus.

"Ini menjadi perhatian khusus, dan tentu ini akan kita turunkan (angka penularan COVID-19)," pungkasnya.

(iwd/iwd)