Jumlah Kasus Positif COVID-19 Klaster Hajatan di Lamongan Meningkat 100%

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 12:34 WIB
klaster hajatan di lamongan
Ratusan personel dikerahkan bantu penanganan klaster hajatan di Desa Sidodowo (Foto: Eko Sudjarwo0
Lamongan -

Seiring tes antigen yang terus dilakukan di klaster hajatan di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, jumlah warga yang terdeteksi positif juga bertambah. Terkini, ada peningkatan 100% dari jumlah kasus kemarin.

Bila kemarin ada 100 warga positif COVID-19, maka terkini ada sebanyak 200 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari tes PCR dan tes antigen.

Secara rinci ada 17 warga yang positif COVID-19 dari hasil tes PCR. Mereka terdiri dari 2 warga meninggal, 12 warga isolasi di rumah sakit, 1 warga isolasi mandiri di rumah, dan sembuh 2 orang.

Sedangkan dari hasil rapid tes antigen ada 183 warga yang positif COVID-19. Mereka terdiri dari 5 orang meninggal, 9 orang isolasi di rumah sakit, 157 orang isolasi mandiri di rumah, dan 12 sembuh.

Selain itu, ada 2 warga meninggal yang belum diketahui apakah negatif atau positif.

"Saat ini telah dilakukan tracing tidak hanya di Desa Sidodowo tetapi juga di desa tetangga yakni Desa Jatipayak. Penyekatan akan diperketat, isolasi juga dilakukan dari 4 Juni lalu sampai 14 hari mendatang," kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam amanatnya saat memimpin apel bersama, Selasa (8/6/2021).

Munculnya klaster hajatan di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo memantik semua pihak untuk melakukan konsolidasi serta membangun soliditas antar jajaran agar terjadi sinergi yang kuat dalam penanganan COVID-19. Ratusan aparat menggelar Apel Gelar Pasukan untuk me-refresh, memotivasi spirit bahwa seluruh jajaran yang terkait dalam penanganan COVID-19 memiliki tanggungjawab dalam menjaga masyarakat dari COVID-19.

"Beberapa hari ini terjadi fenomena peningkatan kasus COVID-19, untuk itu perlu kita tingkatkan kesiapsiagaan kepada masyarakat bahwa COVID-19 ini belum selesai. Sudah menjadi tugas kita untuk menguatkan, mengingatkan, dan menyosialisasikan kepada masyarakat yang akhir-akhir ini mulai lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan," kata Pak Yes.

Pak Yes menambahkan, peristiwa Sidodowo harus menjadi peringatan untuk bersinergi, bersiap mencegah penyebaran serta mempercepat penanganan COVID-19 agar tidak terdapat kasus baru, dan kasus yang sudah ada dapat segera ditangani, terselesaikan, serta tidak berkembang di tempat lain.

"Terus optimalkan satgas di desa-desa, PPKM Mikro terus dikuatkan, jangan sampai menurun, tidak boleh kendor, penyekatan juga harus dilakukan secara masif. Operasi protokol kesehatan agar tidak hanya dilakukan di kota saja tapi di tempat lain juga. Kita lakukan pencegahan dini agar tidak lagi terjadi peningkatan," imbuhnya.

Dalam apel ini juga diserahkan bantuan sembako berupa 2 ton beras dari Yayasan Budha Tsu Chi, 4000 masker dan juga 100 karton mie instan dari Polres. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Desa, Tokoh Agama , dan Tokoh Pemuda Desa Sidodowo, Kecamatan Modo.

(iwd/iwd)