Pakar Curigai 3 Nakes di Bangkalan Meninggal karena Varian Baru COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 08:18 WIB
Gedung RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Madura terbakar
Foto: Istimewa
Surabaya -

Tiga nakes meninggal dunia positif COVID-19 saat kasus virus Corona di Bangkalan meningkat. Pakar Epidemiolog mencurigai 3 nakes tersebut terpapar Corona varian baru. Nakes yang gugur merupakan dokter, perawat dan bidan RSUD Bangkalan.

"Saya mencurigai varian baru, saya melihat dari nakes yang meninggal," kata Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo saat dihubungi detikcom, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, nakes yang telah mendapat vaksin seharusnya tidak meninggal. Sebab, meski bisa terpapar COVID-19 usai vaksinasi kondisinya tidak berat.

"Seharusnya nakes yang vaksin 2 kali tidak meninggal. Kalau tertular masih bisa memang, karena vaksin tidak membuat orang tidak bisa terinfeksi, tapi kalau sakit tidak berat. Nah ini kok bisa ada 3 nakes meninggal," jelasnya.

Windhu mengatakan, di Bangkalan sendiri hampir 100% nakes sudah disuntik vaksin. Sehingga hal itu membuatnya janggal.

"Padahal nakes di Bangkalan sudah 99% vaksin. Harusnya tidak meninggal. Kalau meninggal, saya khawatirnya ini adalah varian baru," ujarnya.

Oleh karena itu perlunya dilakukan tracing untuk mengetahui, apakah ada varian baru. "Ini harus tracing dan dilakukan whole genome sequen agar tahu varian apa di Madura yang sekarang melonjak," urainya.

Dia menyarankan Kabupaten Bangkalan dilakukan PSBB seperti di Surabaya Raya atau Malang Raya. Selain itu juga tidak ada perjalanan melalui Suramadu arah Surabaya. Karena varian baru ini bisa meluas ke Kota Pahlawan.

"Kalau sampai dibebaskan masuk Surabaya, varian ini akan meluas ke Surabaya. Di Bangkalan, TKI yang masuk hampir 1.000, jangan-jangan ini yang membuat ada varian baru masuk. Tutup dulu, lakukan PSBB, bukan PPKM mikro, ndak mampu kalau PPKM mikro, tapi yang betul-betul bukan abal-abal," pungkasnya.

Simak video 'Strategi Pemerintah Hadapi Krisis COVID-19 di Kudus dan Bangkalan':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)