Beda Pendapat Lapan soal Kilatan Cahaya di Atas Gunung Raung

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 13:45 WIB
Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran di Surabaya. Ketua Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA (K) meninggal dunia.
Kilatan cahaya yang terekam di atas Gunung Raung/Foto: Istimewa (dok.PPGA Raung)
Surabaya -

Ada kilatan cahaya yang terekam di atas Gunung Raung. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin membeberkan analisisnya.

"Peneliti penginderaan jauh LAPAN, Prof Dony mendapati kelip cahaya pantulan awan di sekitar Gunung Raung dari citra satelit Himawari sekitar pukul 19.50 WIB (pukul 12.50 UT). Analisis saya, berdasarkan citra CCTV, tampaknya itu adalah meteor besar yang menerangi awan di dekatnya. Arah datang meteor di medan pandang CCTV adalah dari arah bawah, artinya lintasannya mengarah posisi CCTV," ujar Thomas kepada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Thomas menjelaskan, meteor tersebut hanya melintasi Gunung Raung. Hal itu juga ditunjukkan dari citra satelit Himawari, bahwa meteor menerangi awan rendah.

"Dari citra satelit Himawari, meteor menerangi awan rendah (sekitar 6 km) yang tidak tampak pada citra awan tinggi (di atas 10 km) yang memantulkan cahaya matahari yang belum lama terbenam," ungkapnya.

"Gelombang kejut yang tampaknya berkaitan dengan laporan suara dentuman," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ada kilatan cahaya yang terekam di atas Gunung Raung. Cahaya tersebut tertangkap kamera CCTV Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung. Kilatan cahaya tersebut terekam pada Jumat (4/6/2021) sekitar pukul 19.51 WIB.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo membenarkan adanya kilatan cahaya di atas Gunung Raung. "Memang benar ada kilatan di atas Gunung Raung. Itu terekam dalam CCTV kami," ujarnya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Pasuruan memastikan itu bukan meteor. "Analisa dari Lapan untuk sementara itu jelas bukan meteor karena dari tangkapan citra satelit Himawari, BMKG, itu kejadiannya terlihat di pukul 19.20 WIB dan 19.50 WIB. Jadi kalau meteor kan tidak mungkin ada perulangan," kata Kepala Lapan Pasuruan, Dian Yudha Risdianto.

Lihat juga Video: Kilatan Cahaya Mirip Meteor Jatuh di Puncak Merapi

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)