Dokter RSU Soetomo yang Biasa Tangani Kembar Siam Meninggal Dunia

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 11:41 WIB
Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran di Surabaya. Ketua Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA (K) meninggal dunia.
Jenazah dr Agus Harianto SpA (K)/Foto: Istimewa
Surabaya -

Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran di Surabaya. Ketua Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA (K) meninggal dunia.

Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, dr Agus meninggal sekitar pukul 03.00 WIB. "Sudah dimakamkan, (meninggal) tadi malam jam tiga," kata Joni kepada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Sebelum dimakamkan di TPU Keputih, jenazah almarhum terlebih dahulu disalatkan di Masjid An-Nur. "Disemayamkan di Masjid An-Nur RSU dr Soetomo, kemudian kita salatkan pagi-pagi tadi jam tujuh lebih. Terus dimakamkan ke Keputih. Sebelum ke TPU Keputih, lewat Unair, lewat rumahnya, baru ke Keputih jam sembilan," ungkap Joni.

Joni menambahkan, dr Agus merupakan salah satu pionir dari tim pelayanan kembar siam di RSU dr Soetomo. "Beliau sudah lama (menangani kembar siam) sejak kita punya program, pionirnya dr Agus sama dr Purwadi," lanjut Joni.

Joni juga mengaku merasa kehilangan dr Agus. Almarhum dikenang sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi di bidangnya.

"Beliau ini orang yang sangat berdedikasi. Makanya saya secara pribadi maupun kelembagaan merasa sangat kehilangan beliau. Beliau itu yang tak ada henti-hentinya memajukan kembar siam dengan segala macam tantangannya. Sampai sekarang sudah punya yayasan Kembar Siam Indonesia yang di-support oleh Bu Khofifah, Bu Gubernur," kenang Joni.

"Beliau dosen di RSU dr Soetomo, dosen di Unair. Beliau sudah pensiun. Tapi kita punya namanya dokter mitra jadi tetap di Soetomo, beliau sangat berjasa mengembangkan (penanganan) kembar siam," lanjut Joni.

Menurut Joni, operasi kembar siam yang dikoordinir oleh almarhum sudah banyak. "Sudah banyak ditangani oleh tim, beliau yang mengkoordinir, ada 100 lebih. Ini ada rencananya. Makanya saya kaget, dua hari lalu masih mendiskusikan itu sama saya. Mendadak (meninggal) kemungkinan jantung," pungkas Joni.

(sun/bdh)