Kementan Temukan Kasus Antraks dalam Kematian Puluhan Ternak di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 15:59 WIB
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, itu diketahui setelah tim Balai Besar Veteriner serta Kementan turun langsung ke sentra peternakan sapi Tulungagung tersebut, dan melakukan pengujian sampel sapi yang telah mati.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Tulungagung -

Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan sapi positif antraks dalam kasus kematian puluhan hewan ternak. Kasus tersebut terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, itu diketahui setelah tim Balai Besar Veteriner serta Kementan turun langsung ke sentra peternakan sapi Tulungagung tersebut, dan melakukan pengujian sampel sapi yang telah mati.

"Awalnya itu yang mati totalnya ada 26 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Kemudian berkenaan banyaknya ternak yang mati, kami melaporkan ke provinsi dan Kementerian Pertanian," kata Maryoto, Jumat (4/6/2021).

Dalam penelitian yang dilakukan Kementan dan Balai Besar Veteriner, petugas mengambil sampel sapi yang terakhir mati dan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap 44 sapi hidup.

"Hasil dari pemeriksaan sampel sapi yang mati tadi positif antraks. Kemudian yang 44 dalam keadaan sehat," imbuh Maryoto.

Hewan ternak yang dinyatakan positif terpapar antraks merupakan sapi potong. Terkait temuan itu, Pemkab Tulungagung langsung mengambil langkah penanganan agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan tidak meluas ke daerah lain. Dinas Peternakan juga telah mendirikan posko kesehatan hewan di Desa Sidomulyo.

"Kami juga melakukan sterilisasi di sekitar lokasi kandang dengan formalin," jelasnya.

Maryoto juga memerintahkan jajaran Dinas Peternakan untuk melakukan edukasi dan pembinaan terhadap para peternak di Sidomulyo dan sekitarnya. Mengingat, wilayah tersebut merupakan pusat peternakan sapi perah dan potong di Tulungagung, dengan jumlah populasi mencapai ribuan ekor.

"Kami mengimbau agar para peternak lebih berhati-hati. Nah karena sudah ada posko, kami harap ketika ada apa-apa segera laporkan ke posko," jelasnya.

(sun/bdh)