Pengusaha Properti di Surabaya Diamankan, Tipu Korban hingga Rp 11 M

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 07:01 WIB
Pengusaha Investasi Properti Smartkos di Surabaya, Diduga Tipu Korban Hingga Rp 11 Miliar
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Polisi membongkar penipuan dan penggelapan berkedok investasi properti di Surabaya. Seorang tersangka berinisial DH (36) yang menjabat salah satu perusahaan di bidang developer property, pengembangan kawasan perumahan diamankan. Korbannya 11 orang dengan kerugian total sebesar Rp 11 miliar.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ambuka Yudha mengatakan unit harta benda (Harda) satreskrim mengungkap modus penipuan dan penggelapan berkedok smart kos di kawasan Mulyosari, Mulyorejo.

"Jadi smart kos ini dibangun di wilayah-wilayah strategis Surabaya khususnya di dekat kampus-kampus. Tersangka D menggaet atau menarik korbannya dengan cara menyebar selebaran-selebaran maupun dari internet, untuk berinvestasi membangun smart kos atau membangun kos," kata Ambuka Yudha kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (3/5/2021).

Dia menjelaskan, tersangka membujuk para korban jika lahan akan dibangun setelah mereka melakukan pembayaran. Namun, setelah pembayaran dipenuhi lahan itu tidak segera dibangun. Bahkan lahan tersebut tidak semua dibebaskan oleh tersangka.

"Setelah melakukan pembayaran, tidak ada pembangunan smart kos tersebut. Bahkan tanah-tanah yang dijanjikan sepenuhnya belum dibebaskan," ungkapnya.

Atas perbuatan tersangka, kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 11 miliar. Uang tersebut merupakan milik 11 korban yang telah berinvestasi.

"Jadi kerugian memang cukup besar sampai Rp 11 miliar. Belasan miliar ini katanya akan digunakan untuk membebaskan tanah-tanah yang nanti akan dibangun untuk smart kos," ujar Ambuka.

Namun, setelah pihak kepolisian memeriksa para saksi-saksi dan termasuk pemilik tanah, tidak semua tanah sudah dibebaskan.

"Sementara korbannya ada 11, dan tidak menutup kemungkinan bertambah. Karena kemarin di kantornya didatangi para korban dan yang bersangkutan sudah kami amankan di sini. Tersangka mulai beraksi 2018," tambahnya.

Simak juga 'Ngaku Bisa Loloskan Seleksi Masuk TNI AD, Pria Ini Tipu Warga Rp 300 Juta':

[Gambas:Video 20detik]