Adiknya Dilantik Jadi Rektor Unitomo, Mahfud Md Ingatkan Jabatan Hanya Amanah

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 17:28 WIB
menkopolhukam mahfud md
Mahfud Md datang ke pelantikan adiknya sebagai rektor Unitomo (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Adik Menkopolhukam Mahfud Md, Dr Siti Marwiyah dilantik sebagai Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya periode 2021-2025. Dalam pelantikan ini, Mahfud Md hadir secara khusus sebagai keluarga.

"Saya datang pribadi loh, bukan kunjungan kerja, tapi mewakili keluarga sekarang. Saya ucapkan selamat kepada keluarga besar Unitomo yang telah melakukan pergantian rektor tanpa gejolak," ujar Mahfud Md di Unitomo Surabaya, Rabu (2/6/2021).

Mahfud Md berpesan kepada adiknya yang baru dilantik. Pertama, jabatan merupakan amanah. Teruntuk adiknya, ia meminta jabatan bukan digunakan sebagai alat menyalahgunakan, kesewenangan, karena merasa memiliki.

"Jabatan itu amanah. Titipan untuk disimpan dan diambil lagi. Amanah untuk disampaikan. Jangan merasa memiliki, kalau anda merasa memiliki lalu ingin mengambil karena punya saya, ketika masa habis merasa kehilangan, karena tidak menganggap jabatan itu amanah," pesannya kepada sang adik.

Mahfud Md mengungkapkan, ketika seseorang menerima jabatan lalu merasa memilikinya, maka ketika kehilangan jabatan, seseorang itu akan merasa ketakutan.

"Lurus saja di dalam jabatan itu. Masuk baik, keluar baik. Nanti selesai dikenang orang, ndak punya beban. Kalau merasa milik, nanti sewenang-wenang, mengambil keuntungan. Nanti kalau berhenti itu terbebani, takut berhenti, karena saat menjabat melakukan sesuatu (yang tidak baik)," terangnya.

Pesan kedua Mahfud Md yakni, banyak orang yang lahir di tahun 1960-an hidupnya susah. Namun, berkat kerja keras dan kemerdekaan Indonesia, saat ini bisa memetik hasil yang bagus.

"Bahwa saya orang ndeso, adik saya (rektor Unitomo) orang ndeso. Sebagian di sini berangkat dari kesusahan. Terutama mereka lahir di sekitar 60-an orang susah semua. Saya juga susah. Tetapi orang susah itu karena Indonesia merdeka, maka orang yang dulunya susah, sekarang penting. Ada yang jadi profesor, ketua DPR, Gubernur, itu dulu orang susah. Ternyata orang miskin, orang lemah menjadi terangkat kalau mau kerja keras. Saya keluarga, orang tua saya PNS pensiun di golongan dua C zaman orde baru. Orang yang dulu susah, sekarang lumayan enak. meskipun ada banyak yang miskin," terangnya.

"Tapi Bayangkan tuh orang seperti Presiden Joko Widodo itu kan dulu hidupnya di pinggir kali rumahnya. Mandi ke kali juga waktu itu. miskin rumahnya juga sering katanya di ancam digusur itu karena rumahnya reot-reot di masanya pada waktu itu tapi bisa jadi, kenapa? Karena Indonesia merdeka. Kemerdekaan ini adalah amanah dan amanah itu harus disampaikan harus dilanjutkan amanah untuk memajukan bangsa itu harus diteruskan itu saja pesan saya. Saya tidak punya pesan akademik karena saya bukan menteri pendidikan dan menteri PMK," sambungnya.

(iwd/iwd)