Pegiat Sejarah Persoalkan HUT Surabaya 31 Mei, Pemkot Diminta Meluruskan

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 22:21 WIB
Kuncarsono Prasetyo
Kuncarsono dan pegiat sejarah lainnya (Foto: Dok. Kuncarsono Prasetyo)
Surabaya -

Kota Surabaya baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pada Senin (31/5) kemarin. Meski begitu, sekelompok pegiat sejarah menyoal kepastian keabsahan HUT Kota Pahlawan yang sudah memasuki usia ke-728 tahun itu.

Peringatan HUT Surabaya selama ini didasarkan pada peristiwa pengusiran tentara Tartar oleh Raden Wijaya. Peristiwa itu sendiri terjadi pada tahun 1293 lampau. Artinya jika dihitung hingga saat ini sudah 728 tahun.

Adalah Forum yang digelar dari Komunitas Begandring Soerabaia yang membeberkan fakta seputar polemik mengenai HUT Surabaya. Dalam forum itu sejumlah pakar, pegiat sejarah dan jurnalis senior menyebut penetapan 31 Mei sebagai HUT Surabaya gugur dalam fakta sejarah.

Kuncarsono Prasetyo, pendiri Komunitas Begandring Soerabaia mengatakan penetapan 31 Mei sebagai HUT Surabaya dimulai pada 46 tahun yang lalu. Saat itu Pemkot Surabaya membentuk sebuah tim untuk menetapkan HUT Surabaya.

"Pemkot Surabaya waktu itu tahun 1975 membentuk tim yang terdiri dari para sejarawan yang kemudian menetapkan bahwa 31 Mei sebagai Hari Ulang Tahun," kata Kuncarsono kepada detikcom, Selasa (1/6/2021).

Menurut Kuncar, sebelum tahun 1975, sebenarnya Surabaya sudah memiliki HUT yang ditetapkan tanggal 1 April 1906. Adapun HUT itu ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

"1 April 1906 itu bertahan hingga tahun 1975 Pemkot Surabaya mengubahnya. Karena waktu itu pemkot tidak mau HUT ada bau-bau dari kolonial. Makanya dibentuk tim untuk meriset lagi dan mengubah hari ulang tahunya," jelas Kuncar.

"Ada kelaziman kalau rata-rata pemerintah kolonial dulu itu kalau menetapkan HUT kota-kota lainnya tak hanya di Surabaya saja. Di Malang dan lainnya itu tanggal 1 April," imbuh Kuncar.

Kembali ke HUT Surabaya tanggal 31 Mei, Kuncar menjelaskan bahwa tanggal itu tidak mempunyai pijakan atau dasar sejarah. Sebab pemilihan dan penetapan tanggal 31 Mei 1975 juga ternyata saat itu penuh dengan polemik.

Selanjutnya
Halaman
1 2