Polisi Sebut Indikasi Kuat Tewasnya Teknisi Lift Hotel di Malang Human Error

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 15:15 WIB
Teknisi Hotel Ibis Malang tewas terjepit lift. Teknisi senior dari hotel tersebut mengalami kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan lift.
Evakuasi teknisi hotel yang terjepit lift (Foto: Dok. PMI)
Malang - Penyebab tewasnya Suprihandi Tjahjanta (54), teknisi hotel Ibis Style mulai menemukan titik terang. Hasil penyelidikan polisi mengarah kepada human error.

"Untuk faktor lain, belum kami temukan. Penyelidikan mengarah karena human error," tegas Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Indikasi adanya human error, lanjut Tinton, karena korban diduga tak menjalankan SOP yang ditentukan. Fakta ini diperkuat oleh keterangan saksi serta hasil olah TKP.

"Pertama korban tidak melaporkan kepada atasan kepala engineering. Terus yang kedua dalam sistem itu seharusnya dilakukan off atau sistem manual," ujar Tinton.

Namun, pada saat kejadian korban diduga tidak menjalankan SOP dengan mengatur sistem manual pada lift yang tengah diperbaiki. Sehingga kemudian berakibat adanya kejadian tersebut.

"Korban tidak melakukan secara manual, tetapi secara auto, yang kemudian berakibat fatal atas kejadian itu," sambung Tinton.

Menurut Tinton, ketika dalam proses perbaikan atau maintenance lift semestinya dalam posisi mode switch off. Dalam mode tersebut ada pilihan sistem auto atau manual.

"Ketika sistem manual yang dipilih, maka lift tidak akan bergerak saat perbaikan. Kalau auto, lift akan bergerak pada level terdekat," terangnya.

Meski demikian, adanya human error dalam insiden tewasnya teknisi tersebut belum menjadi kesimpulan final dari proses penyelidikan.

Satreskrim Polresta Malang Kota terus mendalami fakta-fakta baru dari hasil penyelidikan. Untuk memastikan penyebab dari insiden tersebut.

"Sementara kami masih mendalami, kami belum menyimpulkan. Tetapi dari hasil pemeriksaan kita seperti itu. Kemungkinan besar adalah human error," tutupnya. (iwd/iwd)