KUA Kecamatan Sidoarjo Kota Jadi Pionir Digitalisasi Tingkat Nasional

Suparno - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 19:32 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi usai menjadi nara sumber pembinaan ASN di Kantor Kementerian Agama Sidoarjo, Senin (31/5/2021).
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi/Foto: Suparno
Surabaya -

KUA Kecamatan Sidoarjo Kota dijadikan pionir digitalisasi KUA se-Indonesia. Dengan digitalisasi, layanan KUA tidak hanya bisa diakses di tingkat daerah, namun bisa terkoneksi sampai pusat.

Itu disampaikan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi usai menjadi nara sumber pembinaan ASN di Kantor Kementerian Agama Sidoarjo, Senin (31/5/2021).

"Pilihan kenapa KUA di Sidoarjo ini menjadi pionir digitalisasi, karena dari aspek sarana prasarananya, sumber daya manusia serta lokasinya sangat mendukung. Sehingga nantinya bisa menjadi percontohan daerah-daerah lain," kata Zainut di Sidoarjo.

Zainut menjelaskan, KUA bagi Kementerian Agama merupakan layanan terdepan. Sehingga KUA harus menampilkan wajah yang ramah dan indah.

"Ibarat rumah, KUA ini halaman kita, yang pertama kali dilihat orang. Proses digitalisasi telah berjalan dan nanti akan kita kembangkan sehingga terkoneksi bukan hanya di tingkat kabupaten, namun bisa hingga tingkat nasional. Nanti just click dari Jakarta bisa kelihatan," jelas Zainut.

Salah satu bentuk digitalisasi yang telah dilakukan KUA Sidoarjo Kota adalah digitalisasi kartu nikah yang diberikan kepada pasangan pengantin. Sementara itu, Kepala Kemenag Sidoarjo Amir Sholehuddin menjelaskan, digitalisasi KUA di tingkat kecamatan tentu saja memperingan kerja Kemenag kabupaten.

"Digitalisasi KUA Kecamatan Sidoarjo Kota ini akan ditularkan ke 17 KUA di kecamatan lain di Kota Delta. Nantinya mereka bisa mengadopsi digitalisasi di sini," jelas Amir.

Amir menambahkan, KUA Sidoarjo Kota bukan hanya melayani warga yang akan menikah. Namun merupakan KUA Pusaka, pusat layanan keagamaan.

"Di KUA Sidoarjo Kota, setiap tahun rata-rata warga yang mengajukan pernikahan sekitar 1.400 pasang. Dengan digitalisasi, layanan kepada masyarakat tentu saja lebih cepat," pungkas Amir.

(sun/bdh)