Ini Bukan Reklame Kampanye Pilkada, Tapi Undangan Pernikahan

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 20:15 WIB
reklame pernikahan
Reklame pernikahan di sudut Kecamatan Munjungan (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Ribuan reklame terpasang di berbagai persimpangan dan sudut kampung di Kecamatan Munjungan, Trenggalek. Tapi itu bukan reklame kampanye pilkada. Terus reklame apa?

Reklame tersebut sama sekali tidak terkait dengan kampanye pemilihan apapun. Namun itu merupakan cara pemilik hajatan pernikahan untuk mengundang masyarakat untuk hadir ke rumahnya.

Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Puryono, mengatakan pemasangan reklame di pinggir-pinggir jalan itu sudah menjadi tradisi di wilayahnya sejak puluhan tahun silam.

"Dulu sebelum ada digital printing seperti sekarang, warga biasanya membuat reklame di kertas kemudian difotokopi dam ditempel di berbagai lokasi," kata Puryono, Minggu (30/5/2021).

Dijelaskan Puryono, pemasangan reklame berbentuk 'banner' itu biasanya terpasang foto pemilik hajatan, tanggal hajatan, serta hiburan yang akan disiapkan. Sementara pasangan pengantin yang akan dikawinkan justru jarang terpampang.

reklame pernikahanSatpol PP menertibkan reklame (Foto: Adhar Muttaqien)

"Rata-rata fotonya orang tua pengantin, karena kan yang diundang adalah kolega dari orang tuanya. Ya ada beberapa yang memasang foto pengantin, tapi nggak ada 10 persen," ujarnya.

Cara mengabarkan kegiatan pesta pernikahan di Kecamatan Munjungan, tidak hanya dengan memasang tanda gambar di pinggir jalan, namun juga dilakukan dengan cara lain, mulai dari mengedarkan surat undangan, hingga beriklan di media radio.

"Iya, sampai diiklankan di radio juga," jelas Puryono.

Lantas kenapa demikian? Puryono menjelaskan, tradisi buwuh atau becekan di wilayahnya seperti sudah seperti arisan. Jika seseorang pernah memiliki hajat dan mendapat uang sumbangan dari para tamu, maka ia memiliki kewajiban untuk mengembalikannya saat pemberi sumbangan memiliki hajatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2