Pemkab Gandeng Himpunan Petani Pemakai Air Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Pemkab Gandeng Himpunan Petani Pemakai Air Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 18:54 WIB
Pemkab Banyuwangi melakukan optimalisasi ketersediaan air bagi petani. Salah satunya adalah merangkul Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang mempunyai peran penting sebagai corong peningkatan produktifitas pertanian.
(Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mengoptimalisasi ketersediaan air bagi petani. Salah satunya merangkul Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang mempunyai peran penting sebagai corong peningkatan produktifitas pertanian.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, HIPPA merupakan salah satu organisasi atau kelompok tani desa yang dipercaya, dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.

Organisasi ini mengkhususkan diri dalam memberikan layanan kepada petani terkait dengan pengelolaan air irigasi tingkat petani dan pengelolaan sumber daya air lainnya.

"HIPPA ini organisasi membawa anggota. Anggota ini yang diatur dalam pengelolaan manajemen airnya," katanya kepada detikcom, Sabtu (29/5/2021).

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan, pada 2020, Banyuwangi menghasilkann 788.971 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 495.079 ton beras. Adapun tingkat konsumsi beras sebesar 165.411 ton. Sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.

"Mereka juga memiliki peranan penting bagi keberhasilan petani. Maka kami apresiasi," tambahnya.

Memasuki masa Januari-Maret 2021, data Dinas Pertanian dan Pangan menyebutkan, produksi GKG Banyuwangi sebesar 158.892 ton atau setara 99.705 ton beras. Adapun tingkat konsumsi Januari-Maret 2021 sebesar 41.415 ton, sehingga terdapat surplus 58.290 ton beras.

"Riset kita, konsumsi beras per kapita warga Banyuwangi sekitar 94,47 kilogram per orang per tahun. Jadi kita sudah hitung, tahun 2021 ini kita targetkan produksi sekitar 491.000 ton beras, lalu tingkat konsumsi sekitar 165.000 ton, maka ada surplus 325.000 ton beras. Dengan surplus yang besar, tentu tidak perlu beras impor masuk Banyuwangi," ujar Ipuk.

Sementara Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby mengatakan, tugas DPU Pengairan adalah menyediakan wadah, serta berperan dalam memberikan air ke tingkat pelayanan.

"Untuk selanjutnya peran HIPPA. Teman-teman kita ada yang namanya penjaga pintu air. Jadi dalam mengoptimalkan, mengatur air ke sawah-sawah petani," ujarnya.

Sehingga, lanjut Riza, peran HIPPA sangat penting dalam membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

"Organisasi petani pemakai air atau HIPPA sangat menentukan untuk mendongkrak peningkatan produksi pangan secara signifikan," tandasnya.

(fat/fat)