Pikap Tabrak Pohon Tewaskan 8 Orang di Malang Diduga Karena Sopir Ngantuk

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 12:57 WIB
Pikap Muat Rombongan Arisan Kecelakan di Malang, Tujuh orangTewas
Pikap tabrak pohon tewaskan 8 orang di Malang/Foto: Istimewa (Dok Polres Malang)
Malang -

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tunggal yang menewaskan 8 orang di Kabupaten Malang. Dugaan sementara pengemudi pikap N-9610-BD mengantuk hingga mengakibatkan hilang kendali di Jalan Raya Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo.

"Ini dipastikan laka tunggal. Karena tidak melibatkan kendaraan lainnya. Kemudian laka tunggal dengan menabrak pohon jawar di Wringinanom. Dan ini penyebabnya kemungkinan besar adalah karena si sopir dalam keadaan ngantuk," kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di RSSA Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Kamis (27/5/2021).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bersama jajarannya mendatangi RSU dr Syaiful Anwar (RSSA) untuk mengetahui perkembangan kondisi para korban luka yang dirawat, termasuk sopir. Karena masih harus menjalani perawatan intensif, pihaknya belum menggali keterangan secara intensif terhadap sopir.

Meski begitu, Hendri sempat menanyakan beberapa hal terhadap sopir. Saat itu, sopir berinisial MA (44), warga Ranupane, Kabupaten Lumajang, tersebut mengaku tidak melaju dalam kecepatan tinggi dan mengemudikan kendaraan dengan keadaan mengantuk.

"Tadi sempat kami tanyakan, dia (sopir) menyampaikan tidak dalam kecepatan yang terlalu tinggi. Tapi dalam keadaan ngantuk. Ini juga dibuktikan dari pemeriksaan saksi-saksi yang sehat. Mereka sempat melihat kadang si sopir lambat, kadang si sopir cepat terus kemudian di TKP juga tidak ada bekas pengereman sama sekali. Jadi kemungkinan si sopir sempat terlelap akhirnya sampai menabrak pohon yang ada di sekitar TKP," tegasnya.

Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka dari peristiwa kecelakaan di Malang itu. Pemeriksaan sopir dan juga saksi korban tengah menunggu kondisi mereka memungkinkan untuk dimintai keterangan. Termasuk sopir yang disebut mengalami beberapa luka yang membutuhkan perawatan intensif.

"Keterangan dari sopir belum kita gali. Sudah ketemu juga dengan si sopir. Keadaannya masih belum bisa kita ajukan pertanyaan. Ada luka di bagian kepala, ada luka gores. Kemudian di perutnya ada luka kena benda tumpul. Itu diperkirakan luka dari kena stir. Kemudian kakinya juga mengalami fraktur atau patah di beberapa tempat, sehingga masih perlu menjalani perawatan intensif," jelas Hendri.

"Belum ada penentuan tersangka. Tapi kita sudah mengambil langkah, menuju ke arah sana. Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi yang ada di TKP. Kemudian kita juga telah melakukan scap TKP dan melakukan olah TKP. Dan kemarin juga Pak Kasatlantas juga sudah langsung datang di TKP bersama Direktorat Polda Jatim dan Pasubdigakum. Kemudian juga tim TAA, tim penanganan laka lantas yang dianggap menonjol. Dan sudah dilakukan upaya-upaya lebih untuk segera penentuan proses hukum, atau penentuan penyidikan dari proses ini," pungkasnya.

(fat/fat)