10 Ribu Pekerja Migran Pulang ke Jatim, 99 Positif COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 21:53 WIB
Rumah Sakit Darurat Indrapura Rawat 34 TKI Positif COVID-19  

Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat hendak dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Rinciannya, tadi malam ada delapan PMI yang masuk RSLI. Sedangkan sore ini ada 26 orang PMI yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu ke depan.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rincirannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Lalu, ada pula dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru. 

Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari PMI. 

Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada, papar Nalendra di Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Padahal, angka tersebut dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan,karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi COVID-19, imbuhnya.

Tak hanya itu, Nalendra juga menyoroti kondisi Malaysia. Di mana beberapa rumah sakit COVID-19 di sebagian wilayah Malaysia mulai penuh. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus.

Informasi yang masuk, dari 28 April hingga 4 Mei, setidaknya sudah masuk 4.177 PMI. Di mana lebih dari setengahnya berasal dari Malaysia, yakni 2.298 orang. Selebihnya, berasal dari Singapura, Hongkong dan Brunei Darussalam. 

Nalendra menambahkan PMI ini akan mendapatkan perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang, untuk selanjutnya dianalisis di RSLI dan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Hal ini demi penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru mutasi COVID-19.

Untuk kesiapan penangan PMI, Nalendra berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI untuk terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien. 

Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita bersama, pesan Nalendra.
Rumah Sakit Lapangan Indrapura (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Sebanyak 10.521 Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKI telah pulang ke Jawa Timur sejak 27 April 2021 lalu. Dari jumlah itu, 99 PMI dinyatakan positif COVID-19.

"Update terbaru, hari ini tambah 2 PMI yang positif. Total PMI yang positif sebanyak 99, termasuk 2 PMI yang terpapar varian baru," ujar dr Makhyan Jibril, Jubir Satgas COVID-19 Jatim saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (25/5/2021).

Jibril menjelaskan, dari sample PMI positif COVID-19 yang di-sequencing, baru ditemukan, dua jenis varian baru. Yakni PMI asal Sampang yang terpapar varian Corona B117 United Kingdom dan B1351 South Africa.

"Kedua PMI yang terpapar mutasi varian COVID-19 sudah negatif dan dipulangkan. Sejauh ini, dari 99 PMI yang positif, sudah sekitar 70-an dinyatakan negatif," terangnya.

Jibril menambahkan, para PMI yang terpapar COVID-19 dirawat di beberapa tempat. Seperti di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), RSU dr Soetomo, ruangan isolasi Asrama Haji.

Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksma dr Nalendra menegaskan, PMI yang terpapar varian baru COVID-19 bisa disembuhkan.

"Dengan kerja keras para nakes dan relawan serta doa dari semua pihak, RSLI berhasil menangani dan menyembuhkan pasien COVID-19 dengan varian baru," ujarnya.

"Masyarakat khususnya di Jawa Timur tidak perlu terlalu panik dalam menyikapi adanya varian baru COVID-19. Yang penting tetap mejalankan protokol kesehatan 5 M dengan baik, menjaga dan meningkatkan imunitas serta segera ke fasiltas kesehatan terdekat apabila ada gejala COVID-19," sambungnya.

Hingga Selasa (25/5), kasus aktif COVID-19 di Jatim sebanyak 1.537. Sebanyak 140.595 pasien sudah dinyatakan sembuh. Sebanyak 11.207 pasien COVID-19 di Jatim dinyatakan meninggal dunia.

(iwd/iwd)